Petugas Sektor 1 Makkah melakukan survei jalur menuju Jamarat pada Jumat (8/5/2026), untuk menyiapkan pola pergerakan jemaah saat puncak ibadah haji. Survei dilakukan dengan melibatkan Ketua Sektor 1 Makkah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), serta petugas kloter untuk mengecek jarak hotel ke Jamarat dan kondisi jalur yang akan dilalui jemaah.
Dari hasil survei, jarak hotel jemaah di Sektor 1 Makkah ke Jamarat diketahui lebih pendek dibandingkan jarak dari tenda Mina ke Jamarat. Jarak dari kawasan hotel menuju Jamarat tercatat sekitar 2 kilometer lebih, sedangkan dari tenda Mina ke Jamarat sekitar 4 kilometer. Temuan ini menjadi bahan pertimbangan dalam menyiapkan skema pergerakan jemaah, terutama saat fase lempar jumrah.

Saat berada di dekat lokasi Jamarat, Iman Romansyah Ketua Sektor 1 Makkah memberikan simulasi kepada para petugas terkait alur pergerakan jemaah pada 10 Zulhijah, khususnya setelah jemaah bergerak dari Muzdalifah ke Mina untuk melaksanakan lempar Jumrah Aqabah. Dalam simulasi itu, petugas dijelaskan jalur masuk ke area Jamarat, termasuk akses menuju lantai tiga yang akan digunakan saat proses lempar jumrah.
Survei ini juga menyinggung kemungkinan penerapan skema tanazul. Namun, hingga kini skema tanazul mandatory masih dalam pembahasan bersama otoritas Arab Saudi sehingga belum bisa dijelaskan lebih rinci. Skema tersebut berkaitan dengan kemungkinan sebagian jemaah tidak menginap penuh di tenda Mina dan kembali ke hotel sesuai pengaturan yang disepakati.
Sementara itu, Ketua Sektor 1 Makkah menyarankan agar jemaah di wilayahnya mempertimbangkan skema tanazul mandiri. Dengan skema ini, jemaah dapat kembali ke hotel setelah melempar jumrah, mengingat jarak hotel ke Jamarat dinilai lebih dekat dibandingkan jarak tenda Mina ke Jamarat. Meski begitu, keputusan tetap dikembalikan kepada masing-masing jemaah dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan saat puncak haji.
Survei jalur Jamarat akan dilanjutkan pada hari berikutnya. Petugas berencana mengajak ketua regu dan ketua rombongan, khususnya dari Kloter 5 Embarkasi Surabaya, untuk melihat langsung jalur yang akan digunakan agar mereka memiliki gambaran lebih jelas sebelum puncak ibadah haji berlangsung.(wid/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

