Minggu, 10 Mei 2026

Dua Pendaki Singapura Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan Meninggal Dunia

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Evakuasi dua Warga Negara Singapura yang meninggal akibat erupsi Gunung Dukono. Foto: SAR Ternate

Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua pendaki warga negara asing (WNA) yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.

Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (10/5/2026) setelah operasi pencarian memasuki hari ketiga.

Iwan Ramdani Kepala Kantor SAR Ternate mengatakan, kedua korban ditemukan sekitar pukul 13.00 WIT di area lereng Gunung Dukono, tak jauh dari titik awal sinyal darurat yang sebelumnya terdeteksi oleh Basarnas Command Center.

“Kedua korban ditemukan pada pukul 13.00 WIT di koordinat 1°42’9.90″N / 127°52’48.50″E, sekitar 13 meter arah utara dari lokasi pertama kali sinyal darurat ditangkap oleh Basarnas Command Center,” ujar Iwan di Ternate.

Menurutnya, kedua korban ditemukan di lokasi yang sama dengan kondisi mengenaskan akibat tertimpa material batu besar saat erupsi terjadi.

“Korban ditemukan dalam posisi saling berpelukan dan terhimpit batu besar,” katanya dilansire dari Antara.

Dua korban tersebut diketahui bernama Heng dan Sha, keduanya merupakan warga negara Singapura. Sementara satu korban lainnya yang sebelumnya juga dilaporkan menjadi korban erupsi adalah seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Angel.

Setelah proses penemuan, tim SAR gabungan langsung melakukan evakuasi menggunakan kantong jenazah dari bibir Gunung Dukono menuju posko induk di Desa Mamuya.

Proses evakuasi berlangsung dalam kondisi cuaca hujan serta medan yang cukup berbahaya akibat aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.

“Kantong jenazah tiba di posko induk Desa Mamuya pada pukul 17.43 WIT, selanjutnya korban dibawa ke RSUD Tobelo untuk keperluan autopsi,” ujar Iwan.

Ia mengapresiasi kerja keras seluruh personel gabungan yang tetap menjalankan operasi pencarian dan evakuasi di tengah cuaca buruk serta tingginya risiko di lapangan.

“Walaupun kondisi cuaca hujan dan sangat berisiko di lapangan, tim SAR gabungan tetap bekerja tanpa mengenal lelah sehingga korban dapat ditemukan dan dievakuasi,” katanya.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR erupsi Gunung Dukono resmi dihentikan. Seluruh personel yang terlibat kemudian dikembalikan ke instansi dan satuan masing-masing. (ant/mar/saf/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Minggu, 10 Mei 2026
29o
Kurs