Pihak sekolah memastikan tetap memantau kondisi para murid sepulang dari rumah sakit usai mengalami dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Subandriyo Kepala Sekolah SD Pancasila 45 Surabaya menyatakan, pemantauan dilakukan untuk memastikan kondisi murid benar-benar pulih setelah sempat masuk rumah sakit.
“Kami tetap pantau di grup wali murid itu jika ada hal-hal yang anu, kita tetap usahakan nanti koordinasi dengan pihak terkait juga,” katanya di SD Pancasila 45 Surabaya, pada Senin (11/5/2026).
Pihaknya memastikan, akan mengoptimalkan pemantauan lewat komunikasi dengan para orang tua murid untuk mengetahui perkembangan kondisi anak-anak.
Ia menjelaskan, dugaan keracunan mulai diketahui setelah sejumlah murid mengeluhkan sakit perut, mual hingga muntah usai menyantap makanan MBG.
Merespons hal tersebut, sekolau kemudian membawa para murid yang mengalami keluhan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis.
“Yang mengalami keluhan itu kelas 1, 2, 3, 4, 6, kalau kelas 5 belum karena jatahnya belum dimakan. Waktu kejadian tadi, reaksinya beda-beda. Kalau kelas 6 itu agak lambat, mungkin mulai jam 10-an gitu, kemudian yang kelas 1 itu malah tidak begitu banyak,” jelasnya.
Pihaknya memastikan, setelah mendapat perawatan di rumah sakit, para murid yang mengalami keracunan sudah bisa pulang.
“Kebetulan tidak ada yang rawat inap, sudah pulang semua tadi,” ujarnya.
Selain puluhan murid, empat guru juga ada yang mengalami keracunan, salah satunya Subandriyo Kepala Sekolah SD Pancasila 45 Surabaya.
“Ketika MBG datang itu, pagi itu saya makan, sudah habis. Terus baru 30 menitan lah, ada gejala mual, muntah, gitu saja,” ucapnya.
Seperti diketahui, MBG yang disajikan SPPG Tembok Dukuh hari ini berisi nasi, daging sapi, tahu, sayur wortel dan buncis, serta buah jeruk.(ris/saf/ipg)











