Kamis, 2 Juli 2026

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sejumlah Kota Besar Indonesia

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Hujan deras di kawasan Raya Satelit Utara pada Surabaya, Selasa (3/2/2026), Foto: Muhammad Rafi' Ermawan Mg suarasurabaya.net

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang di sejumlah kota besar Indonesia pada Rabu (13/5/2026).

Kondisi cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh aktivitas atmosfer yang masih cukup aktif di beberapa wilayah Tanah Air.

Yuyun W prakirawan BMKG menjelaskan adanya daerah konvergensi yang memanjang mulai dari perairan barat Kalimantan Barat hingga Kalimantan Timur, serta melintasi wilayah Sulawesi bagian selatan.

Dilansir dari Antara, kondisi tersebut meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan di kawasan yang dilalui jalur konvergensi.

BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, di antaranya Tanjung Pinang, Palembang, Bandar Lampung, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Tanjung Selor, Manado, dan Mamuju.

Sementara itu, hujan ringan hingga sedang diprediksi mengguyur beberapa kota besar lainnya seperti Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Jambi, Pangkal Pinang, Bengkulu, Serang, Denpasar, Mataram, Makassar, Palu, Gorontalo, Kendari, Ternate, Sorong, Ambon, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya, hingga Merauke.

Adapun sejumlah kota besar diprakirakan hanya mengalami kondisi berawan sepanjang hari, yakni Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Kupang.

BMKG juga menyoroti dampak dari Siklon Tropis Algupit yang sebelumnya terpantau di Samudra Pasifik timur Filipina. Sistem cuaca tersebut dinilai turut memengaruhi dinamika atmosfer di Indonesia dan meningkatkan potensi hujan signifikan di sejumlah daerah.

Massayu prakirawan BMKG mengungkapkan, Siklon Tropis Algupit memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 40 knot dengan tekanan minimum sekitar 998 hektopascal.

Siklon tersebut bergerak ke arah barat-barat laut dan memicu terbentuknya daerah konvergensi serta sirkulasi siklonik di kawasan timur Indonesia.

Meskipun intensitas siklon diperkirakan menurun dalam 48 jam ke depan, sistem ini masih menginduksi pembentukan daerah konvergensi di perairan utara Papua Barat Daya hingga Papua. (ant/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Kamis, 2 Juli 2026
28o
Kurs