Pemerintah Indonesia membuka peluang penempatan 500 pekerja migran Indonesia (PMI) di sektor hospitality Ras Al Khaimah, Uni Emirat Arab (UAE). Peluang ini muncul seiring rencana beroperasinya sebuah resor berskala besar pada 2027.
Christina Aryani Wakil Menteri Pelindungan PMI (P2MI), menyebut hal ini sebagai bagian dari upaya perluasan pasar kerja PMI di UAE.
“Sektor hospitality merupakan salah satu sektor yang perlu mendapat perhatian khusus dalam upaya perluasan penempatan pekerja migran di UAE, sejalan dengan komunikasi dan pemetaan peluang yang sebelumnya telah dilakukan bersama Duta Besar RI untuk UAE,” katanya dalam pertemuan daring dengan Denny Lesmana Konjen RI Dubai, Rabu (3/6/2026).
Resor yang berlokasi di Ras Al Khaimah itu akan beroperasi dengan kapasitas 1.530 kamar, 15 restoran, dan berbagai fasilitas pendukung, serta diproyeksikan menyerap sekitar 9.500 pekerja dari berbagai negara.
Pada tahap awal, sekitar 500 posisi dialokasikan untuk tenaga kerja Indonesia, terbuka bagi lulusan baru maupun yang berpengalaman.
“Peluang tersebut menjadi kabar baik bagi lulusan sekolah dan perguruan tinggi pariwisata di Indonesia yang selama ini sering menghadapi kendala persyaratan pengalaman kerja pada proses rekrutmen internasional,” ujar Christina.
Untuk mempercepat rekrutmen, KJRI Dubai akan memfasilitasi pertemuan daring antara pengelola resor dan institusi pendidikan pariwisata Indonesia pada 17 Juni mendatang, dilanjutkan dengan penyelenggaraan job fair.
“Kami akan mengidentifikasi dan mengundang sekolah-sekolah pariwisata yang memiliki rekam jejak baik dalam menghasilkan lulusan siap kerja. Semakin banyak institusi yang terlibat, semakin besar pula peluang bagi putra-putri Indonesia untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja yang tersedia,” tambahnya.
Christina menegaskan seluruh proses penempatan wajib melalui jalur resmi. “Kami ingin memastikan proses rekrutmen berjalan sesuai prosedur dan menggunakan perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI) yang memiliki izin, sehingga pelindungan PMI terjamin dan ada pihak yang bertanggung jawab jika terjadi permasalahan,” tegasnya.
Denny Lesmana Konjen RI Dubai menambahkan, ketertarikan pengelola resor terhadap tenaga kerja Indonesia didorong oleh pengalaman langsung mereka.
“Direktur operasional mereka pernah bekerja di Bali dan Jakarta sehingga memahami kualitas, etos kerja, serta kemampuan tenaga kerja Indonesia. Mereka menyambut baik keinginan Indonesia untuk berpartisipasi dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kerja di proyek tersebut,” ujarnya.(ant/iss/rid)









