Sabtu, 6 Juni 2026

APBN Defisit Rp180 Triliun Per Mei 2026, Menkeu: Amat Aman

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan saat Konferensi Per APBN KiTa di kantor Kementerian Keuangan, Jumat (5/6/2026). Foto Lea Citra suarasurabaya.net

Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan melaporkan APBN mencatatkan defisit sebesar Rp180,4 triliun atau 0,70 persen terhadap PDB per Mei 2026.

“Lima bulan pertama, (defisit APBN) 0,7 persen. APBN kita amat aman,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 di Jakarta, seperti dilaporkan Antara, Jumat (5/6/2026).

Tren positif kinerja APBN ditopang oleh performa pendapatan negara, terutama penerimaan pajak serta kepabeanan dan cukai. Secara keseluruhan, pendapatan negara terhimpun Rp1.185 triliun atau 37,6 persen dari target Rp3.153,6 triliun, tumbuh 19,1 persen secara tahunan (yoy).

Penerimaan perpajakan tercatat Rp958,2 triliun, didominasi penerimaan pajak sebesar Rp834,4 triliun yang tumbuh 22,1 persen (yoy). Sementara penerimaan kepabeanan dan cukai tumbuh moderat 0,7 persen (yoy) menjadi Rp123,8 triliun.

“Jadi, ada perbaikan yang signifikan, di pajak utamanya, dibandingkan kondisi tahun lalu. Tahun lalu pertumbuhan pajaknya negatif, sekarang positif. Mungkin nanti akan 20 persen lebih. Kami dorong ke atas, diiringi dengan perbaikan di perpajakan,” ujar Purbaya.

Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) turut tumbuh 19,9 persen (yoy) menjadi Rp226,4 triliun.

Dari sisi belanja, realisasi per Mei 2026 mencapai Rp1.365,4 triliun atau 35,5 persen dari target Rp3.842,7 triliun, tumbuh 34,4 persen (yoy). Belanja pemerintah pusat melonjak 52,6 persen (yoy) menjadi Rp1.059,3 triliun, dengan belanja kementerian/lembaga tumbuh 58,9 persen (Rp517,7 triliun) dan belanja non-K/L tumbuh 47 persen (Rp541,6 triliun).

“Bagus, artinya sesuai dengan target kami ingin mempercepat belanja,” imbuh Purbaya.

Adapun transfer ke daerah masih terkoreksi 4,9 persen (yoy) dengan realisasi Rp306,1 triliun.

Dengan kinerja tersebut, keseimbangan primer mencetak surplus Rp58,6 triliun — sinyal bahwa fiskal masih cukup sehat untuk mengelola pendapatan, belanja, dan utang.

“Yang penting lagi, surplus keseimbangan primernya Rp58,6 triliun. Sudah positif lagi. Artinya, anggaran kita sekarang lebih berkesinambungan dibanding bulan-bulan sebelumnya,” kata Purbaya.(ant/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Gerbang King Abdulaziz Masjidil Haram

Abraj Al Bait, Makkah Royal Clock Tower

Surabaya
Sabtu, 6 Juni 2026
28o
Kurs