Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan Selasa (21/7/2026) di zona hijau setelah menguat 108,24 poin atau 1,74 persen ke level 6.340,02.
Penguatan indeks didorong oleh valuasi saham Indonesia yang dinilai masih menarik serta optimisme pasar terhadap kinerja emiten pada laporan keuangan semester I 2026.
Sejalan dengan IHSG, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga menguat 8,89 poin atau 1,42 persen ke posisi 636,64.
Hendra Wardana pengamat pasar modal menilai tren positif IHSG dalam beberapa waktu ke depan akan sangat dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yakni keberlanjutan arus modal asing, stabilitas nilai tukar rupiah, serta capaian kinerja keuangan emiten yang mampu melampaui ekspektasi pasar.
“Keberlanjutan penguatan IHSG dalam beberapa waktu ke depan ditentukan oleh tiga faktor utama, yakni konsistensi arus dana asing yang kembali masuk, stabilitas rupiah agar tidak kembali menembus Rp18.000 per dolar AS, serta kemampuan emiten membukukan kinerja keuangan yang mampu melampaui ekspektasi pasar,” kata Hendra.

NOW ON AIR SSFM 100

