Senin, 8 Juni 2026

Unair Jadi Tuan Rumah ONMIPA 2026, 85 Kampus Ikut Berpartisipasi

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Sejumlah peserta Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) 2026 Daribberb kampus di Indonesia saat berada di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Senin (8/6/2026). Foto: Unair

Sebanyak 260 mahasiswa dari 85 perguruan tinggi se-Indonesia bersaing merebutkan gelar juara dalam Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) 2026 di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, 8-11 Juni 2026.

Amin Alamsjah Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Unair mengatakan bahwa para finalis yang bertanding dalam ONMIPA merupakan hasil seleksi ketat dari 3.712 peserta pada tahap seleksi wilayah yang berlangsung pada bulan Mei lalu.

“Masing-masing bidang lomba, yaitu Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi diikuti oleh 65 peserta finalis,” katanya di Gedung Rektorat, Unair Kampus C, Surabaya, pada Senin (8/6/2026).

Amir mengatakan, Unair dipercaya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menjadi tuan rumah ONMIPA 2026. Hal tersebut menurutnya, menjadi bukti kesiapan infrastruktur akademik dan fasilitas laboratorium kampus dalam menyelenggarakan kompetisi tingkat nasional.

Untuk memastikan pelaksanaan kompetisi berjalan lancar, kampus menyiapkan tiga langkah utama. Pertama, menjamin infrastruktur dan meminimalkan kendala teknis selama pelaksanaan ujian. Delapan ruang kelas di Gedung Nano telah disiapkan, lengkap dengan mitigasi kelistrikan dan jaringan internet berlapis.

“Kami pastikan sesi ujian tulis luring pada hari Selasa dan Rabu dapat berjalan lancar tanpa hambatan teknis,” ujarnya.

Kedua, Ia menegaskan komitmen Unair dalam menjaga fairness dan independensi kompetisi. Sebagai tuan rumah, ia menyatakan tidak ada kewenangan dalam proses penilaian yang sepenuhnya berada di tangan dewan juri independen bentukan Belmawa Kemendikbudristek.

“Kami juga menerjunkan tim mahasiswa terlatih untuk mendampingi juri secara langsung di lapangan guna mengunci segala potensi kecurangan,” tuturnya.

Sementara itu, Muhammad Madyan Rektor Unair mengatakan bahwa ONMIPA bukan sekadar ajang kompetisi akademik, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan, kolaborasi, dan inovasi dalam menjawab berbagai tantangan masa depan.

“Perkembangan teknologi, disrupsi kecerdasan buatan, dinamika ekonomi global, tantangan kesehatan hingga isu keberlanjutan lingkungan menghadirkan persoalan yang semakin kompleks. Di sinilah matematika dan ilmu pengetahuan alam memainkan peran yang sangat fundamental,” katanya.

Ia menilai para finalis yang hadir merupakan generasi muda yang akan menentukan arah perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi Indonesia di masa mendatang.

Selain menjadi ajang adu kemampuan akademik, ONMIPA juga membuka peluang pengembangan karier bagi para peserta. Prestasi yang diraih dapat menjadi nilai tambah dalam curriculum vitae, pertimbangan melanjutkan studi pascasarjana, hingga meningkatkan daya saing saat memasuki dunia kerja.

Yulita Priyoningsih Penanggung Jawab Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Mahasiswa Kemendiktisaintek menambahkan bahwa khusus pemenang bidang Matematika akan kembali diseleksi untuk menjadi wakil Indonesia pada International Mathematics Competition yang rutin diselenggarakan di Bulgaria.

“Untuk Matematika, pemenangnya akan dipilih kembali untuk menjadi perwakilan Indonesia di International Mathematics Competition,” ujarnya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa capaian para finalis dan juara ONMIPA akan berkontribusi terhadap Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.

“Dari level finalis sampai nanti jadi juara akan memiliki skor yang bervariasi. Tapi ketika mahasiswa itu sudah menjadi finalis dan mewakili kampusnya, maka otomatis sudah memberikan skor untuk intervensi IKU di level perguruan tinggi,” pungkasnya. (ris/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Gerbang King Abdulaziz Masjidil Haram

Abraj Al Bait, Makkah Royal Clock Tower

Surabaya
Senin, 8 Juni 2026
28o
Kurs