Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan Selasa (9/6/2026) setelah ditopang sentimen positif dari rencana buyback saham emiten-emiten BUMN berkapitalisasi besar serta keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat 404,51 poin atau 7,57 persen ke level 5.746,65. Sementara indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan turut melonjak 42,24 poin atau 8,01 persen ke posisi 569,32.
Arjun Ajnawi Analis Riset Infovesta Kapital Advisori menilai, sentimen utama yang menggerakkan pasar berasal dari rencana pembelian kembali (buyback) saham-saham bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
“Pembahasan dan rencana buyback saham big caps seperti anggota Himbara menjadi sentimen utama yang mengangkat pergerakan pasar hari ini,” ujar Arjun dilansir dari Antara.
Sentimen tersebut menguat setelah adanya pembahasan antara DPR RI, Kementerian BUMN, Danantara Indonesia, Himbara, BPJS Ketenagakerjaan, serta perusahaan asuransi milik negara terkait langkah menjaga stabilitas pasar saham nasional.
Menurut Arjun, koordinasi antar-lembaga tersebut dipandang investor sebagai upaya serius untuk meredam tekanan yang selama ini membayangi saham-saham berkapitalisasi besar akibat ketidakpastian ekonomi global maupun domestik.
“Rapat DPR bersama Kementerian BUMN, Danantara, dan Himbara menunjukkan adanya koordinasi untuk menjaga stabilitas saham-saham tersebut di tengah gejolak sentimen pasar,” katanya.
Selain faktor buyback, pasar juga merespons positif keputusan Bank Indonesia yang menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen pada perdagangan sesi kedua.
Kebijakan tersebut dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus menjaga inflasi tetap terkendali.
Pelaku pasar menilai kenaikan suku bunga acuan berpotensi meningkatkan daya tarik aset keuangan Indonesia di mata investor asing, sehingga dapat mendorong arus modal masuk ke pasar domestik.
Penguatan IHSG juga didukung kinerja saham-saham sektor komoditas setelah pemerintah memastikan tidak akan menerapkan mekanisme gross split dalam skema ekspor.
Kepastian tersebut meredakan kekhawatiran investor mengenai potensi gangguan terhadap arus kas perusahaan eksportir apabila diwajibkan menyerahkan sebagian hasil ekspor melalui mekanisme tertentu.
Dengan berkurangnya ketidakpastian kebijakan, saham-saham berbasis komoditas menjadi salah satu motor penggerak kenaikan indeks sepanjang perdagangan.
Meski pasar mencatat reli yang kuat, Arjun mengingatkan investor untuk mewaspadai potensi aksi ambil untung (profit taking) pada perdagangan berikutnya.
Menurutnya, lonjakan tajam yang terjadi dalam satu hari berpotensi memicu sebagian pelaku pasar merealisasikan keuntungan jangka pendek.
“Karena penguatan hari ini cukup besar, ada potensi profit taking pada perdagangan berikutnya,” ujarnya.
IHSG dibuka di zona hijau dan berhasil mempertahankan tren positif hingga akhir perdagangan. Seluruh sektor yang tergabung dalam Indeks Sektoral IDX-IC ditutup menguat.
Kenaikan tertinggi dicatat sektor barang baku yang melonjak 9,71 persen, diikuti sektor energi sebesar 9,04 persen, serta sektor industri yang naik 8,24 persen.
Di jajaran saham, penguatan terbesar dibukukan oleh BABY, AHAP, CTTH, MHKI, dan PSKT. Sementara saham yang mengalami koreksi terdalam adalah GMTD, GRIA, CTBN, DPUM, dan MPMX.
Aktivitas perdagangan berlangsung sangat ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 2,71 juta kali. Sebanyak 45,06 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp27,93 triliun.
Secara keseluruhan, terdapat 678 saham yang menguat, 89 saham melemah, dan 48 saham bergerak stagnan.
Di kawasan Asia, mayoritas indeks saham juga mencatat penguatan pada penutupan perdagangan.
Indeks Nikkei Jepang melonjak 1,92 persen ke level 65.251,00. Indeks Shanghai Composite menguat 1,28 persen menjadi 4.010,03. Sementara itu, indeks Straits Times Singapura naik 1,20 persen ke posisi 5.023,67.
Berbeda dengan bursa lainnya, indeks Hang Seng Hong Kong ditutup melemah 0,37 persen ke level 24.565,90. (ant/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

