Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) mengakui pemerintah kurang baik dalam hal menjelaskan dan menunjukkan kalau kondisi dan pengelolaan fiskal bagus. Sehingga, muncul sentimen negatif dan anggapan kalau fiskal dikelola dengan ugal-ugalan.
“Cuman kelemahan kita adalah apa? Kita kurang cukup baik menjelaskan ke publik, mungkin. Padahal saya tiap bulan kan ketemu media. Kenapa media enggak bisa nyebarin ya? Berarti medianya enggak ngerti ya? Bagaimana?” kelakar Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Purbaya juga mengakui ada sentimen negatif yang mengarah ke pemerintah, di mana pemerintah dianggap kurang baik menjalankan fiskalnya. Padahal Purbaya menegaskan kondisi fiskal terjaga dengan baik.
Karenanya, ia memastikan ke depan pemerintah akan fokus memperbaiki sentimen negatif yang berkembang di pasar saham.
“Jadi memang ada sentimen negatif di pasar yang mesti kita perbaiki. Tapi yang mesti saya jelaskan adalah sekarang adalah fondasi ekonomi baik dari data itu ya. Kebijakan misalnya betul-betul terjaga dan kalau enggak apa-apa kita bisa adjust (sesuaikan), kita perbaiki. Kita betul-betul fleksibel untuk memastikan defisitnya di bawah 3 persen tanpa mengganggu perekonomian secara berkelebihan,” ungkapnya.
Menurut Menkeu, capaian positif ini ditopang oleh tiga pilar utama, yaitu konsumsi rumah tangga yang kuat, peningkatan investasi, serta percepatan belanja pemerintah. Di sisi lain, stabilitas harga juga terjaga dengan inflasi nasional di level 3,08 persen, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Perekonomian kita hingga Mei 2026 tetap menunjukkan ketahanan yang solid, didukung permintaan domestik yang kuat, inflasi yang terkendali dan kebijakan fiskal yang responsif, jadi fiskalnya betul-betul terjaga,” katanya.
Hingga akhir Mei 2026, APBN terus dioptimalkan untuk menjalankan peran ganda, baik sebagai shock absorber atau peredam kejut dari gejolak luar negeri, maupun sebagai motor penggerak ekonomi.
Menkeu menekankan pendapatan negara tumbuh kuat, sementara belanja negara tetap ekspansif demi melindungi masyarakat dan memperkuat aktivitas ekonomi nasional. Purbaya juga menegaskan pertumbuhan ekonomi yang cepat berhasil dicapai dengan tetap menjaga kesehatan anggaran negara.
“Pertumbuhan ekonomi cepat bukan karena kita mengorbankan fiskal. Tapi karena kita di bawah pimpinan Bapak Presiden bisa memastikan seluruh belanja fiskal dijalankan dengan efisien dan efektif, sehingga dengan uang yang sama pertumbuhan ekonomi kita akan lebih cepat,” jelasnya.
Menkeu juga memberikan jaminan kepada para pelaku pasar dan investor terkait arah kebijakan keuangan Indonesia, di mana penataan fiskal dilakukan secara rigid, matang, dan penuh perhitungan. Ia juga menjamin jajaran Kementerian Keuangan berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas keuangan negara.(lea/bil/faz)
NOW ON AIR SSFM 100

