Jumat, 19 Juni 2026

Bahlil Berpeluang Revisi Harga Batu Bara untuk PLN

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Bahlil Lahadalia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (18/6/2026). Foto: Lea Citra suarasurabaya.net

Bahlil Lahadalia Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berpeluang merevisi harga batu bara bagi PT PLN (Persero), di tengah meningkatnya tekanan biaya produksi pemasok dan tantangan menjaga pasokan batu bara kalori menengah.

Penyesuaian harga itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO), yang saat ini ditetapkan sebesar 70 dolar AS per ton bagi PLN.

“Kami lagi menghitung plus minusnya, agar PLN tidak dirugikan, tapi pengusahanya juga tidak dirugikan,” kata Bahlil kepada wartawan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (18/6/2026) seperti dikutip Antara.

Kementerian ESDM mencermati adanya kendala pada batu bara kalori menengah, khususnya dengan spesifikasi sekitar 5.200 kcal per kg GAR yang dibutuhkan pembangkit PLN.

Sementara biaya produksi di tambang juga meningkat, karena rasio pengupasan tanah atau stripping ratio untuk batu bara kalori menengah disebut sudah berada di kisaran 8-12 persen.

“Biaya produksinya kan sudah tinggi. Jadi, kami juga harus bijaksana agar teman-teman pengusaha juga jangan dibeli dengan harga yang sangat murah,” ujarnya menambahkan.

Menurut dia, pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara kepentingan PLN sebagai pembeli dan pelaku usaha tambang sebagai pemasok. Kenaikan harga batu bara untuk PLN tidak bisa dilihat hanya dari sisi beban biaya kelistrikan, tetapi juga dari keberlanjutan pasokan bagi pembangkit.

“Kalau beli harganya rugi, nggak mungkin juga. Karena pengusaha juga harus kami jaga agar mereka tidak rugi,” imbuhnya.

Pemerintah saat ini masih menghitung opsi kebijakan, termasuk kemungkinan insentif atau penyesuaian formula harga acuan. Menteri ESDM menegaskan perhitungan dilakukan agar PLN tidak dirugikan, namun pemasok juga tetap memiliki keekonomian yang wajar.

Di tengah pembahasan tersebut, pemerintah memastikan pasokan listrik tetap aman. Bahlil menyebut kendala batu bara tidak sampai menimbulkan risiko pemadaman listrik. (ant/bil/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Jumat, 19 Juni 2026
30o
Kurs