Selasa, 23 Juni 2026

Menteri Perhubungan Belum Terima Keluhan Pengusaha Soal Pertamax Naik

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Ilustrasi. Pertamax Turbo di SPBU. Foto: Pertamina Ilustrasi. Pertamax Turbo di SPBU. Foto: Pertamina

Dudy Purwagandhi Menteri Perhubungan menyatakan, belum menerima keluhan dari pihak pengusaha terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax. Ia memperkirakan, para pengusaha sudah memperhitungkan situasi geopolitik dan perekonomian global. Sehingga tidak menyampaikan keluhan apa pun.

“Sejauh ini, sih, belum ada (keluhan) yang ke saya yang menyampaikan. Jadi mungkin mereka juga sudah memperhatikan kondisi global dan sudah memperhitungkannya,” kata Dudy di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Meski kenaikan harga BBM diakui memiliki dampak di kalangan masyarakat dan pengusaha. Dudy menegaskan, kenaikan harga minyak harus disikapi dengan bijak. Lantaran kondisi global yang menyebabkan harga BBM naik.

“Tentunya pasti berdampak kalau pun ada kenaikannya. Tapi ini kan dengan kondisi yang ada sekarang ya kita harus tinggal menyikapinya saja gitu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memperkirakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan komoditas dalam negeri akan memberikan tambahan tekanan terhadap inflasi sekitar 0,25 persen tahun ini.

Aida S. Budiman Deputi Gubernur BI mengatakan tekanan inflasi berasal dari rambatan kenaikan harga minyak dan komoditas global ke dalam negeri atau imported inflation.

“Untuk sementara hitungan kami, dampak penyesuaian harga tersebut berkontribusi sekitar 0,25 persen terhadap inflasi,” kata Aida.

Sementara itu Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) optimistis harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi seperti Pertamax berpotensi turun, seiring meredanya tekanan ekonomi global dan membaiknya situasi geopolitik internasional.

Menurut Purbaya, kondisi ekonomi dunia dalam beberapa waktu terakhir mulai menunjukkan perbaikan setelah ketegangan di kawasan Timur Tengah berangsur mereda, termasuk peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

“Apabila kita cermati perekonomian global masih dibayangi ketidakpastian. Namun tekanannya sudah mulai menurun. Terutama dalam satu pekan terakhir dengan adanya perdamaian, hampir damai, antara Amerika dan Iran yang peluangnya semakin terbuka. Hal ini ditunjukkan oleh beberapa indikator politinisitas dan ketahanan pasar yang mulai mereda,” kata Purbaya saat Rapat Kerja Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Senin (22/6/2026).

Ia menjelaskan, meningkatnya tensi konflik Timur Tengah sebelumnya turut memberikan tekanan terhadap harga minyak dunia. Kondisi tersebut berdampak terhadap penyesuaian harga sejumlah BBM non subsidi di dalam negeri.

Purbaya menilai, apabila harga minyak dunia kembali turun akibat kondisi global yang lebih stabil, maka harga BBM seperti Pertamax juga memiliki peluang untuk menyesuaikan.

“Kita terpaksa menaikkan sebagian harga BBM yang tidak bersubsidi. Walaupun yang bersubsidi kita pertahankan, tapi itu kan sudah menimbulkan kegaduhan. Saya yakin, dengan potensi menurunnya harga minyak dunia, harga Pertamax dan lain-lain pun akan turun,” ujarnya.(lea/iss/faz)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Selasa, 23 Juni 2026
32o
Kurs