Antrean solar di sejumlah SPBU wilayah Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo yang mengular hingga ke jalan, dilaporkan masih terjadi hingga, Sabtu (27/6/2026) pagi. Beberapa pendengar Radio Suara Surabaya melaporkan, antrean solar itu sampai menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan.
Di Surabaya, antrean di SPBU yang mengular hingga ke jalan juga terjadi di SPBU Jalan Ir. Soekarno (MERR) arah ke Kenjeran. Foto yang dibagikan Dirga pendengar SS, tampak antrean didominasi truk dan kendaraan pribadi.
Selain itu antrean SPBU juga terjadi di Jalan Lontar, Kecamatan Wiyung. Fedora pendengar SS mengabarkan antrean didominasi kendaraan pribadi. “Antrean cukup panjang di pom bensin Lontar,” ujarnya.

Sementara di Sidoarjo, salah satu antrean yang menyebabkan kemacetan di jalan dilaporkan ada di SPBU Jalan Raya Gedangan, tepatnya seberang perumahan Puri Surya Jaya.
Selain itu, antrean juga dilaporkan terjadi di SPBU Jalan Jenggolo, di mana sejumlah kendaraan tampak mengantre hingga mengular ke jalan. “SPBU Jenggolo masih antre, SPBU puri Gedangan mulai antre juga,” tulis Aang pendegar SS lewat pesan WhatsApp, Sabtu pagi pukul 07.26 WIB.
Antrean solar juga dilaporkan terjadi di SPBU Candi, di Jalan Raya Sumorame, tepatnya sebelum Kampus Umsida mengarah ke Surabaya. Tampak dari video yang dikirimkan Dedi Kurniawan pendengar SS pukul 07.38 WIB, antrean bus dan truk box mengular di jalan.

Adapun antrean kendaraan yang akan mengisi solar di sejumlah SPBU di Jawa Timur ini terjadi sejak, Rabu (25/6/2026), dan berlanjut hingga Sabtu pagi ini.
Jumat malam kemarin, video yang dikirimkan pendengar memperlihatkan antrean kendaraan pada Jumat malam masih mengular di SPBU Ambeng-Ambeng, Gresik; SPBU Tropodo, Sidoarjo; dan SPBU Rest Area Sidoarjo.
Terkait hal ini, Ahad Rahedi Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus mengatakan, Pertamina telah melakukan berbagai upaya mitigasi sebagai bagian dari penugasan pemerintah untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
“Pertamina telah berkoordinasi dengan pemerintah terkait dan paralel melaksanakan mitigasi percepatan pemenuhan penyaluran dengan adanya kondisi peningkatan konsumsi di tengah masyarakat,” ujar Ahad, Jumat (26/6/2026).
Ahad menjelaskan, Pertamina telah memprioritaskan pengiriman dari Terminal BBM supply point. Selain itu, Pertamina juga melakukan alih suplai dari Terminal BBM terdekat dari wilayah penyaluran.
Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan BBM di titik-titik yang mengalami peningkatan permintaan, dan menyebabkan antrean panjang seperti yang dilaporkan sepekan.
“Sebagai upaya mendorong percepatan penyaluran, per hari ini (Jumat) sendiri juga telah dilaksanakan mitigasi tambahan melalui double alih suplai, sehingga BBM yang dikirimkan semakin bertambah untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan energi bagi masyarakat,” kata Ahad.
Selain itu, mobil tangki juga dimaksimalkan dengan skala prioritas pengiriman ke wilayah yang mengalami kendala pasokan dan memiliki permintaan tertinggi. (bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

