Arif Satria Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan, penggunaan bahan bakar B50 merupakan salah satu langkah strategis untuk membangun sistem energi yang mandiri dan berkelanjutan.
“Ya, saya kira ini sebuah ikhtiar kita untuk membangun kekuatan transisi energi yang baik,” katanya saat berada di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Sabtu (4/7/2026).
Arif menjelaskan, pengembangan biofuel merupakan respons terhadap tantangan perubahan iklim yang menuntut penggunaan energi dan proses produksi yang lebih bersih.
“Karena yang kita cari adalah bagaimana menciptakan green energy, karena perubahan iklim ini harus disikapi dengan kemampuan kita untuk menghasilkan produk-produk yang bersih. Ini bagian dari clean production, energi bersih,” tuturnya.
Ia menambahkan, sektor energi menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan kemandirian nasional. Oleh karena itu, penerapan B50 menurutnya bisa menjadi langkah dalam mengurangi ketergantungan impor energi di masa mendatang.

NOW ON AIR SSFM 100

