Minggu, 4 Oktober 2026

300 KK Lebih di Jateng dan Jatim Terdampak Kekeringan, Pasokan Air Bersih Menurun

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Pemberian pasokan air bersih kepada warga di Semarang, Jawa Tengah. Foto Humas BNPB

Memasuki musim kemarau, dampak kekeringan mulai dirasakan di sejumlah daerah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 300 kepala keluarga (KK) di Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim) terdampak krisis air bersih akibat menurunnya ketersediaan sumber air.

Abdul Muhari Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menyebut, kekeringan terjadi di Kabupaten Semarang, Jateng, dan Kabupaten Pasuruan, Jatim.

Di Kabupaten Pasuruan, Jatim, penurunan ketersediaan air bersih terjadi di Desa Kadungrejo, Kecamatan Winongan. Sedikitnya 240 KK terdampak kondisi tersebut.

“Berdasarkan laporan ketersediaan air bersih di Desa Kadungrejo, Kecamatan Winongan, mulai mengalami penurunan. BPBD Kabupaten Pasuruan melakukan penanganan darurat dengan mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak empat rit ke Dusun Krajan 5 dan Dusun Grobyok guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak,” kata Abdul Muhari di Jakarta, Minggu (5/7/2026).

Sementara di Kabupaten Semarang, kekeringan melanda Desa Kemitir, Kecamatan Sumowono. Sebanyak 60 KK atau 84 jiwa terdampak akibat berkurangnya pasokan air bersih.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Minggu, 4 Oktober 2026
29o
Kurs