Nilai tukar (kurs) rupiah menguat 63 poin atau 0,35 persen menjadi Rp18.065 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.128 per dolar AS, pada penutupan perdagangan Jumat (10/7/2026) sore.
Muhammad Amru Syifa Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) menyatakan, penguatan rupiah masih ditopang oleh cadangan devisa (cadev) yang memadai.
“Rupiah masih ditopang oleh cadangan devisa yang memadai serta komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar. Kedua faktor tersebut diharapkan mampu meredam tekanan apabila gejolak di pasar keuangan global kembali meningkat,” katanya dilansir dari Antara, pada Jumat (10/7/2026).
Pposisi cadangan devisa Indonesia yang meningkat menjadi 145,6 miliar dolar AS pada akhir Juni 2026, naik dari 144,9 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya.
Ia mengatakan, rupiah masih berpeluang menguat pada pekan depan jika tekanan terhadap dolar AS berlanjut. Namun, penguatan rupiah diperkirakan tidak terlalu besar karena investor masih menunggu sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, terutama inflasi inti (Core CPI), yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

NOW ON AIR SSFM 100

