Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub) mengkaji pengalihan jalur kereta api dari kawasan lumpur Sidoarjo, yang dinilai rawan mengalami amblesan tanah.
Kajian itu mencuat usai Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim) bersama Denny Michels Adlan Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya meninjau lokasi lumpur merembes keluar dari tanggul titik 10D di Desa Siring, Kecamatan Porong, Sidoarjo pada, Kamis (23/7/2026).
Emil mengatakan, berdasarkan kajian mikrozonasi kerentanan pada 2021, kawasan itu termasuk daerah deformasi vertikal dengan risiko ambles yang sangat tinggi.
“Ternyata, beliau (Denny) sudah berkomunikasi dengan PPLS (Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo) Sidoarjo. Jawabannya, ada kajian mengenai mikrozonasi kerentanan di tahun 2021. Memang ini daerah deformasi vertikal, artinya kemungkinan terjadinya ambles itu sangat-sangat tinggi dan ini sangat berbahaya,” kata Emil.
Kondisi tersebut juga menjadi pertimbangan dalam rencana pengembangan jalur ganda atau double track dari Sidoarjo menuju Malang. Pemprov Jatim sebelumnya menargetkan jalur itu dapat mendukung layanan kereta yang lebih nyaman antara Malang dan Surabaya.

NOW ON AIR SSFM 100

