Ribuan siswa TK dan SD dari berbagai kecamatan di Banyuwangi memadati Taman Blambangan pada Sabtu (25/6/2026) untuk mengikuti Festival Memengan Tradisional dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026.
Kegiatan ini menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi alpha sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter yang diwariskan leluhur.
Berbagai permainan tradisional yang kini mulai jarang dimainkan kembali dihadirkan dalam festival tersebut. Mulai dari gobak sodor, engklek, lompat tali, congklak, bekel, egrang, terompah, hula hoop, bedil-bedilan, mobil-mobilan dari kulit buah pomelo, hingga semprongan karet dimainkan dengan antusias oleh para peserta.
Ipuk Fiestiandani Bupati Banyuwangi mengatakan, Festival Memengan Tradisional bukan sekadar menghadirkan permainan lawas, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi anak-anak melalui aktivitas yang menyenangkan.
“Festival ini merupakan bagian dari upaya Pemkab untuk melestarikan kurikulum pendidikan karakter yang dibangun leluhur yang mengajarkan tentang social intelligence, teamwork, problem solving, disiplin, serta kemampuan berbesar hati saat mengalami kekalahan. Semua nilai positif ini bisa didapatkan lewat permainan tradisional yang mereka mainkan hari ini,” kata Ipuk.

NOW ON AIR SSFM 100

