Port FC harus mengubur ambisi mempertahankan gelar Piala Presiden 2026 setelah takluk 2-1 dari Persebaya pada laga terakhir Grup B di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Sabtu (1/8/2026) malam.
Sarawut Treephan Pelatih Port FC mengaku sangat kecewa dengan hasil tersebut. Menurutnya, timnya memiliki kualitas yang baik, tetapi kehilangan satu pemain di babak kedua menjadi titik balik pertandingan.
“Kami sangat menyayangkan hasil ini. Kami adalah tim yang bagus, tetapi hal yang paling krusial adalah kami kehilangan satu pemain di babak kedua,” kata Sarawut.
Port FC sempat unggul lebih dulu 1-0, tapi gagal mempertahankan keunggulan. Sarawut menilai timnya terlalu mudah kebobolan hingga akhirnya Persebaya membalikkan keadaan menjadi 2-1.
“Kami sempat unggul 1-0, tetapi kemudian kebobolan dengan sangat mudah. Di awal babak kedua kami kembali kebobolan gol mudah. Ini yang harus kami benahi saat kembali ke Thailand,” katanya.







