Selain kartu merah, Sarawut juga menyoroti cedera yang dialami salah satu pemainnya. Menurutnya, kondisi itu cukup mengganggu karena Port FC memiliki opsi pemain pengganti yang terbatas. “Yang paling penting sekarang adalah pemain kami yang cedera bisa segera menjalani pemulihan,” ucapnya.
Kekecewaan serupa juga disampaikan Michael Aksel Bataican penjaga gawang Port FC. Ia mengakui timnya gagal menunjukkan performa terbaik dalam dua pertandingan terakhir meski datang ke Indonesia sebagai juara bertahan.
“Ini kekecewaan besar bagi kami sebagai juara bertahan karena tidak mampu tampil lebih baik,” ujarnya.
Meski demikian, Michael memberikan apresiasi kepada seluruh tim peserta Piala Presiden 2026. Menurutnya, klub-klub Indonesia memiliki kualitas yang membuat pertandingan berjalan tidak mudah.
“Kami sangat menghormati semua tim di sini. Tidak mudah bermain menghadapi mereka, apalagi kami harus bermain dengan 10 orang. Saat tertinggal 2-1, situasinya menjadi sangat sulit. Kami sudah mencoba segalanya, tetapi hari ini bukan rezeki kami,” pungkasnya.(ris/bil/iss)







