Minggu, 9 Agustus 2026

DPR Minta Polda Sumut Usut Kematian Winda Lorenza Mantan Istri Polisi

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Habiburokhman Ketua Komisi III DPR RI saat memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum bersama keluarga Fandi Ramadhan ABK yang dituntut hukuman mati perkara narkoba. Rapat berlangsung di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (26/2/2026). Foto: Faiz Fadjarudin suarasurabaya.net

Komisi III DPR RI menyorot kasus meninggalnya Winda Lorenza mantan istri seorang Anggota Polri yang ditemukan dengan luka tembak di bagian kepala, di Kompleks Bumi Asri, Kota Medan, Sumatra Utara, Minggu (2/8/2026).

Habiburokhman Ketua Komisi III DPR RI meminta Polda Sumatra Utara dan Polresta Medan beserta jajaran yang menangani perkara itu mengusut tuntas secara transparan.

Menurut Habib, pihak keluarga merasa ragu dan ada kejanggalan terkait meninggalnya Winda yang disebut bunuh diri.

Dalam keterangannya di Jakarta, Ketua Komisi Hukum DPR bilang, tidak boleh ada fakta yang ditutup-tutupi.

“Mengingat adanya keraguan dan kejanggalan yang dirasakan oleh pihak keluarga korban, maka Komisi III mendesak Polda Sumatra Utara termasuk Polresta Medan beserta seluruh jajaran yang menangani perkara ini untuk mengusut tuntas perkara ini secara transparan,” ujarnya, Minggu (9/8/2026).

Dia juga mengingatkan aparat jangan terburu-buru menarik kesimpulan mengenai penyebab kematian korban, sebelum proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh.

“Jangan ada sedikit pun fakta yang ditutup-tutupi. Dan jangan membuat kesimpulan yang sembarangan, apalagi tergesa-gesa,” tegas politikus Partai Gerindra itu.

Rencananya, Komisi III DPR minta penjelasan langsung dari aparat kepolisian serta keluarga korban, dalam forum Rapat Dengar Pendapat Umum, hari Selasa (11/8/2026), di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta.

“Kami akan memanggil pihak Polda Sumatra Utara, pihak Polresta Medan, serta keluarga korban pada hari Selasa yang akan datang untuk melakukan rapat dengar pendapat umum,” katanya.

Sekadar informasi, Winda Lorenza mantan istri seorang anggota Polri ditemukan meninggal dunia dengan luka tembak di bagian kepala, di sebuah rumah di Kompleks Bumi Asri, Kota Medan, pekan lalu.

Dalam penanganan awal, polisi menduga korban meninggal akibat bunuh diri menggunakan senjata api jenis revolver.

Tapi, pihak keluarga korban menemukan adanya sejumlah kejanggalan, dan melaporkan dugaan pembunuhan.

Perkara tersebut menjadi perhatian Komisi III DPR RI yang meminta kepolisian melakukan penyelidikan dan penyidikan secara objektif, profesional, transparan, serta berbasis pendekatan ilmiah.(rid/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Minggu, 9 Agustus 2026
33o
Kurs