Sabtu, 22 Agustus 2026

Sejumlah Penerbangan di Kalimantan Terlambat hingga Dibatalkan Akibat Asap Karhulta

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Asap putih akibat kebakaran menyelimuti hutan di Kalimantan. Foto: BNPB

Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak pada operasional penerbangan di sejumlah wilayah Kalimantan. Beberapa penerbangan mengalami keterlambatan hingga ada yang dibatalkan akibat jarak pandang menurun.

Salah satu dampak cukup besar terjadi di Bandara Singkawang, Kalimantan Barat. Asap tebal membuat sejumlah penerbangan TransNusa dan Super Air Jet rute Jakarta-Singkawang maupun sebaliknya dibatalkan.

Pada 16 Agustus, jarak pandang di bandara itu sekitar 3.000 meter. Pembatalan berdampak pada 174 penumpang TransNusa rute Jakarta-Singkawang dan 153 penumpang rute sebaliknya. Sedangkan Super Air Jet mencatat 180 penumpang terdampak rute Jakarta-Singkawang dan 87 penumpang untuk penerbangan sebaliknya.

Gangguan kembali terjadi pada 18 Agustus saat jarak pandang turun menjadi sekitar 2.000 meter, lalu pada 19 Agustus ketika jarak pandang berada di kisaran 2.500 meter.

Terkait hal ini, Lukman F. Laisa Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Dirjen Hubdar Kemenhub) mengatakan jarak pandang salah satu faktor penting dalam keselamatan penerbangan. Jika jarak pandang berada di bawah batas operasional, penerbangan bisa ditunda, dialihkan, maupun dibatalkan.

“Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Operator wajib melakukan penyesuaian apabila kondisi jarak pandang tidak memenuhi persyaratan. Kami terus memantau kondisi dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” kata Lukman di Jakarta, Sabtu (22/8/2026) yang dikutip Antara.

Penumpang yang terdampak mendapat pilihan pengembalian dana penuh atau perubahan jadwal penerbangan tanpa biaya hingga tujuh hari ke depan, sesuai kebijakan masing-masing maskapai.

Adapun dampak asap juga terasa di Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Sejumlah penerbangan NAM Air mengalami keterlambatan.

Penerbangan Jakarta-Pangkalan Bun yang semula dijadwalkan pukul 07.00 WIB mundur menjadi 08.50 WIB. Penerbangan Pangkalan Bun-Semarang juga bergeser dari pukul 07.30 menjadi 09.38 WIB.

Sementara penerbangan Semarang-Pangkalan Bun mundur dari pukul 10.15 menjadi 12.05 WIB dan Pangkalan Bun-Surabaya dari pukul 10.45 menjadi 12.34 WIB.

Kemenhub juga memantau sejumlah bandara di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara. Beberapa bandara masih beroperasi normal, sementara bandara lainnya terus dipantau mengikuti perkembangan asap dan jarak pandang.

Di Kalimantan Timur, pemantauan dilakukan antara lain di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, A.P.T. Pranoto, Kalimarau, Nusantara, Datah Dawai, Maratua, dan Melalan.

Sementara di Kalimantan Utara, pemantauan dilakukan di Bandara Juwata, Tanjung Harapan, Yuvai Semaring, Kolonel Robert Atty Bessing, Long Apung, dan Nunukan.

Kemenhub meminta pengelola bandara dan maskapai meningkatkan kewaspadaan serta mengecek kondisi cuaca dan jarak pandang secara berkala. Jadwal penerbangan juga bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi aktual dan pertimbangan keselamatan.

“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan dari dan ke wilayah terdampak asap untuk memperhatikan informasi terbaru dari maskapai dan bandar udara serta mengikuti arahan petugas apabila terjadi penyesuaian penerbangan,” ujar Lukman. (ant/bil/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Sabtu, 22 Agustus 2026
31o
Kurs