Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (26/8/2026) sore ditutup melemah, seiring investor bersikap hati-hati terhadap risiko stabilitas keamanan di tingkat domestik.
IHSG ditutup melemah 95,98 poin atau 1,48 persen ke posisi 6.405,69. Sementara itu, Indeks LQ45, kelompok 45 saham unggulan, turun 9,40 poin atau 1,46 persen ke posisi 632,55.
“Perhatian pasar tertuju pada stabilitas keamanan nasional serta faktor fundamental ekonomi makro. Pelaku pasar berharap aksi demonstrasi berjalan damai, sehingga stabilitas keamanan dalam negeri terjaga,” ujar Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, dalam kajiannya di Jakarta yang dilaporkan Antara, Rabu.
Dari dalam negeri, pelaku pasar fokus mencermati rencana aksi unjuk rasa di depan gedung DPR/MPR RI pada Kamis (27/8/2026), dengan salah satu tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset.
Di sisi lain, pelaku pasar menyikapi penilaian Fitch Ratings yang menyebut asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 6,0 persen pada 2027 dalam RAPBN 2027 sudah realistis. Namun, Fitch memberikan catatan bahwa ketidakpastian geopolitik, kenaikan harga minyak, dan kebijakan fiskal yang tidak disiplin berpotensi memengaruhi target pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Selain itu, pelaku pasar juga mencermati agenda uji kelayakan dan kepatutan calon Gubernur Bank Indonesia (BI), dengan Destry Damayanti sebagai calon tunggal yang diusulkan pemerintah.
“Pelaku pasar menanti pandangan nakhoda baru Gubernur BI terkait arah kebijakan moneter, pengendalian inflasi, stabilitas nilai tukar rupiah, serta strategi menjaga arus modal asing,” ujar Nico.
Dari mancanegara, bursa kawasan Asia menguat seiring tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan di Timur Tengah, yang meredakan kekhawatiran terhadap potensi kekurangan pasokan energi global. Pakistan menyatakan telah mencapai kemajuan signifikan dalam pembicaraan dengan Iran untuk mengakhiri perang. Pada saat sama, Menteri Luar Negeri Iran dan Oman membahas rencana koridor transit sementara melalui Selat Hormuz, bersama proyek pembersihan ranjau dari jalur air tersebut.
“Sehingga, penurunan harga minyak dan berkurangnya kekhawatiran atas gangguan di Selat Hormuz juga mengurangi tekanan terhadap inflasi,” ujar Nico.
Di sisi lain, pelaku pasar mencermati perkembangan pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China yang berlangsung pada 25-28 Agustus 2026, yang dipantau ketat untuk dukungan kebijakan menyusul data ekonomi yang lemah dan janji berulang dari pembuat kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan.
IHSG sempat dibuka menguat, namun bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama, dan tetap di zona merah sampai penutupan perdagangan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sebelas sektor melemah, dipimpin sektor transportasi & logistik yang turun paling dalam sebesar 4,04 persen, diikuti sektor energi dan sektor properti yang masing-masing turun 2,40 persen dan 2,35 persen.
Saham-saham dengan penguatan terbesar antara lain TMPO, NICE, SAFE, BIKE, dan JAST, sedangkan saham dengan pelemahan terbesar yakni PADA, PSKT, TAMA, FUTR, dan PIA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat 2.489.000 kali transaksi dengan 40,15 miliar lembar saham diperdagangkan senilai Rp18,06 triliun. Sebanyak 136 saham naik, 599 saham menurun, dan 228 saham tidak bergerak.
Adapun bursa saham regional Asia sore ini bergerak menguat: Nikkei naik 0,61 persen ke 66.258,00, Shanghai naik 0,59 persen ke 3.912,52, Hang Seng naik 0,56 persen ke 25.652,97, Kospi naik 0,97 persen ke 6.808,21, sementara Straits Times melemah 0,24 persen ke 5.721,88.(ant/iss/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

