Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Timur mengkritik pemerintah supaya memprioritaskan penggunaan anggaran untuk penanganan bencana.
Kritik tersebut disampaikan BEM SI Jatim dalam aksi simbolik yang diikuti sekitar 200 mahasiswa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (31/8/2026) sore.
Rizqy Senja Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga (Unair) sekaligus koordinator aksi menilai, pemerintah masin gencar mengucurkan anggaran untuk program MBG dan KDKMP di tengah bencana yang melanda sejumlah daerah Indonesia.
Bencana tersebut seperti gempa bumi di NTT, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan, hingga wilayah Aceh yang belum pulih pascabanjir bandang.
Dari kondisi tersebut, Rizqy menilai pemerintah belum bisa hadir untuk memulihkan daerah terdampak bencana dan kondisi masyarakat.

NOW ON AIR SSFM 100

