“Kalau kita lihat hari ini pemerintah itu masih gencar-gencarnya mengucurkan anggarannya untuk MBG dan KDMP, tetapi kalau misalnya kita lihat kondisi bangsa hari ini ternyata bencana-bencana yang terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia seperti di NTT, di Kalimantan, di Aceh yang belum pulih hari ini, di Lampung, di Papua juga kemarin, bahkan di NTB, Negara belum benar-benar bisa hadir untuk memulihkan bencana, memulihkan kondisi masyarakat di sana,” ujar Rizqy ditemui di lokasi.
“Kami menuntut kekuasaan untuk benar-benar memprioritaskan anggarannya untuk penanganan bencana hari ini,” sambungnya.
Sementara itu sejumlah BEM dari berbagai kampus turut terlibat dalam aksi pada sore hari ini. Antara lain BEM Unair, BEM PPNS, BEM dari kampus Madura, dan BEM dari sejumlah kampus di Malang.
“Perkiraan sekitar ini masih belum datang semua. Dari Madura masih menyusul nanti kurang lebih kisaran 200 orang,” ungkapnya.
Presbem Unair tersebut juga menegaskan bahwa aksi hari ini merupakan permulaan saja, nantinya akan ada rangkaian aksi di Surabaya yang diperkirakan berlangsung pada September 2026 mendatang.
“Nanti ditunggu aja ya karena masih akan ada banyak konsolidasi lagi. (Bulan September?) Insyaallah,” pungkasnya. (wld/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

