Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf atas insiden keracunan pangan yang menimpa ratusan santri dan siswa. Hal itu disampaikan Trenggono Wakil Kepala BGN saat kunjungan ke Rumah Sakit (RS) Notopuro, pada Jumat (4/9/2026) pagi.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kemungkinan adanya kelalaian ataupun ketidakpatuhan petugas dapur dalam mengoperasionalkan dapur sehingga terjadi kejadian ini,” kata Trenggono.
Atas insiden itu, Trenggono memastikan telah melakukan penghentian sementara atau suspend terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah. Tindakan ini diambil untuk diadakan evaluasi dan investigasi terhadap dapur.
“Selain itu, kepala dapur juga sudah kami copot dan diberhentikan. Selanjutnya kami akan mengecek apakah ada unsur lain yang kira-kira menyebabkan kejadian fatal ini,” ungkapnya.
Trenggono juga menegaskan, setelah ini, pihaknya juga bakal mengevaluasi tata kelola program MBG di tingkat wilayah. Karena, dia menilai setiap kali ada kasus keracunan, rata-rata selalu bermula dari ketidakpatuhan dapur terhadap standar operasional prosedur (SOP).
“Kita masih terus memperbaiki tata kelola dan mengevaluasi apa kekurangannya. Namun secara SOP dan sebagainya sudah sesuai. Kasus keracunan rata-rata disebabkan oleh ketidakpatuhan terhadap SOP, itu yang perlu digarisbawahi,” tuturnya.
Sementara itu, berdasar catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo, hingga Jumat pagi, jumlah pasien terdampak keracunan usai mengonsumsi MBG mencapai 748 orang. Rinciannya, 728 pasien sudah pulang dan menjalank rawat jalan. Sedangkan 20 pasien masih dirawat di sejumlah rumah sakit.(kir/bil/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

