Polisi Israel menembak mati seorang pria Palestina di Yerusalem Timur yang diduduki, Jumat (5/9/2026) waktu setempat, di tengah berlanjutnya operasi militer dan serangan pemukim ilegal di sejumlah wilayah Tepi Barat.
Dalam keterangannya, polisi Israel menyebut pria berusia 33 tahun asal Yerusalem Timur itu diduga mencoba menyerang petugas menggunakan pisau di dekat Gerbang Damaskus. Polisi kemudian melepaskan tembakan dan pria tersebut dinyatakan meninggal di lokasi.
Identitas korban maupun rincian lebih lanjut mengenai kejadian itu belum disampaikan. Setelah insiden tersebut, kantor berita Palestina Wafa melaporkan pasukan Israel dikerahkan dalam jumlah besar di sekitar Gerbang Damaskus dan Kota Tua Yerusalem.
Pasukan juga disebut memberlakukan penjagaan ketat dan memperketat akses di kawasan tersebut, sehingga menyulitkan warga Palestina yang hendak mengikuti salat Subuh.
Dalam perkembangan terpisah, militer Israel mengatakan telah menangkap lebih dari 10 warga Palestina dalam operasi selama 48 jam di Kota Nablus dan sejumlah desa di sekitarnya, Tepi Barat bagian utara.
Militer Israel menyebut pasukannya menggeledah ratusan lokasi dan menginterogasi puluhan warga Palestina selama operasi tersebut.
Sumber lokal kepada Anadolu melaporkan pasukan Israel juga menyerbu kamp pengungsi Askar Lama di sebelah timur Nablus. Pasukan disebut memasuki sejumlah permukiman dan rumah warga, memberlakukan jam malam, serta melakukan interogasi lapangan terhadap beberapa warga Palestina.
Dua kendaraan juga dilaporkan disita dalam operasi tersebut.
Di dekat Ramallah, pasukan Israel menutup pintu masuk utama Desa Al-Mughayyir sehingga warga Palestina tidak dapat keluar maupun masuk.
Sumber lokal mengatakan pemukim Israel juga memasuki kawasan Sahl al-Rafid dan Shaab al-Louz di sebelah timur desa serta melakukan tindakan provokatif di tanah milik warga Palestina.
Penutupan tersebut terjadi sehari setelah Omar al-Naasan berusia 19 tahun dan Khalil Shahada berusia 16 tahun meninggal ditembak pasukan Israel.
Menurut sumber Palestina, keduanya meninggal ketika warga berusaha menghadapi pemukim Israel yang diduga mencuri ternak di desa tersebut.
Warga Palestina kemudian menggelar salat jenazah bagi kedua korban pada, Kamis (3/9/2026), dengan membawa bendera Palestina dan meneriakkan kecaman terhadap tindakan militer serta pemukim Israel.
Sebelumnya, di wilayah tengah Tepi Barat, pemukim Israel dilaporkan memasuki rumah-rumah warga Palestina bersama ternak mereka di Kota Turmus Ayya, sebelah utara Ramallah. Sumber lokal menyebut aksi itu menyebabkan kerusakan pada properti dan tanaman milik warga.
628 Serangan Sepanjang Agustus
Komisi Perlawanan terhadap Kolonisasi dan Tembok Palestina mencatat pemukim Israel melakukan 628 serangan terhadap warga Palestina, tanah, dan properti mereka selama Agustus.
Menurut komisi itu, serangan itu berdampak langsung terhadap 164 warga Palestina, termasuk 20 anak-anak dan 17 perempuan. Sebanyak 21.508 pohon juga dilaporkan rusak, termasuk 19.375 pohon zaitun.
Berdasarkan data Palestina, sekitar 750 ribu pemukim Israel tinggal di Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, baik di permukiman maupun pos-pos permukiman.
Sejak perang Gaza dimulai pada Oktober 2023, serangan militer dan pemukim Israel di Tepi Barat disebut telah menewaskan lebih dari 1.000 warga Palestina, melukai lebih dari 12 ribu orang, dan menyebabkan sekitar 24 ribu orang ditangkap. (bil/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

