Erupsi menerus Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Sabtu (5/9/2026) diduga menjadi penyebab terdengarnya suara dentuman dan getaran oleh masyarakat di tiga provinsi, yakni Jawa Barat, Banten, dan Lampung.
Lana Saria Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM mengatakan, suara dentuman dan getaran yang dilaporkan masyarakat, termasuk di wilayah Bandung Raya, diduga kuat berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang dipantau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Erupsi tersebut berlangsung sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB hingga sekitar pukul 04.40 WIB. Aktivitas itu disertai fenomena semburan lava yang menyerupai lava fountain atau lava air mancur.
“Erupsi menerus dalam durasi beberapa jam yang berasosiasi dengan erupsi lava air mancur merupakan fenomena yang umum terjadi. Suara dentuman dan getaran yang dirasakan masyarakat diduga kuat berkaitan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada waktu yang sama,” kata Lana di Bandung, Sabtu.
Menurut Lana, meskipun Bandung Raya berjarak jauh dari Gunung Anak Krakatau, suara dentuman tetap dapat terdengar karena karakter gelombang suara yang dihasilkan aktivitas erupsi.

NOW ON AIR SSFM 100

