Minggu, 6 September 2026

Erupsi Krakatau, Pangdam XXI Imbau Warga Tetap Tenang dan Kurangi Aktivitas Luar Rumah

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Mayjen TNI Kristomei Sianturi Panglima Kodam (Pangdam) XXI/Radin Inten. Foto: Antara

Mayjen TNI Kristomei Sianturi Pangdam XXI/Radin Inten mengimbau masyarakat Lampung tetap tenang dan mengurangi aktivitas di luar rumah menyusul meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang kini berstatus Level III atau Siaga.

Jika harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat diminta menggunakan masker untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, mengurangi aktivitas di luar rumah, dan apabila harus beraktivitas di luar agar menggunakan masker,” kata Kristomei dalam keterangannya di Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026) yang dikutip Antara.

Pangdam juga meminta masyarakat terus memantau perkembangan situasi, mematuhi imbauan pemerintah, serta hanya merujuk pada informasi resmi dari instansi berwenang.

Di sisi lain, Kodam XXI/Radin Inten telah menyiagakan seluruh satuan jajaran, baik dari sisi personel maupun materiil, untuk mengantisipasi dampak erupsi Anak Krakatau.

“Setiap satuan diinstruksikan untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau secara berkala setiap harinya,” ujarnya.

Kesiapsiagaan dilakukan agar personel dan sarana pendukung dapat segera dikerahkan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dalam penanganan kondisi darurat bencana.

Kodam XXI/Radin Inten juga terus memantau dinamika situasi di lapangan untuk memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat di wilayah Lampung.

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung setelah mengalami peningkatan aktivitas vulkanik sejak, Jumat (4/9/2026). Erupsi disertai semburan lava pijar atau lava fountain yang diperkirakan mencapai ketinggian sekitar 100 hingga 400 meter dari puncak kawah.

Berdasarkan data Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, kolom abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mencapai Flight Level 480 atau sekitar 14,6 kilometer di atas permukaan laut, dengan sebaran abu bergerak ke arah barat mengikuti pola angin di lapisan atmosfer atas. (ant/bil/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Minggu, 6 September 2026
31o
Kurs