Sejumlah penerbangan rute Lampung-Jakarta dan sebaliknya mengalami penundaan hingga dibatalkan, akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Pembatalan dilakukan untuk menjaga keselamatan penumpang dan kru pesawat.
Kiki Eprina Arieanti General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Radin Inten II mengatakan, abu vulkanik terdeteksi berada di ruang udara yang dilewati jalur penerbangan.
“Sehubungan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau yang mengakibatkan penyebaran abu vulkanik (volcanic ash) di ruang udara yang dilewati jalur penerbangan pada Sabtu (5/9/2026), beberapa penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Radin Inten II mengalami pembatalan,” kata Kiki dalam keterangannya di Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026) yang dikutip Antara.
Pada Sabtu, penerbangan yang dibatalkan yakni TransNusa 5205 rute Cengkareng (CGK)-Lampung (TKG), TransNusa 5206 rute Lampung (TKG)-Jakarta (CGK), serta Lion Air 242 rute Cengkareng (CGK)-Lampung (TKG).
Sementara pada Minggu, sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Radin Inten II mengalami penundaan. Penerbangan itu yakni Garuda Indonesia 073 rute Lampung (TKG)-Jakarta (CGK), Citilink Indonesia 904 rute Cengkareng (CGK)-Lampung (TKG), serta Citilink Indonesia 905 rute Lampung (TKG)-Jakarta (CGK).
“Tim operasional Bandara Internasional Radin Inten II telah berkoordinasi dengan pihak maskapai dan instansi terkait guna memastikan penanganan terhadap penumpang yang mengalami penundaan keberangkatan serta secara rutin melakukan pembaruan informasi terkait jadwal keberangkatan atau kedatangan penerbangan yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau,” ujarnya.
Manajemen Bandara Radin Inten II mengimbau calon penumpang untuk terus memantau jadwal penerbangan masing-masing dan berkoordinasi dengan pihak maskapai sebelum berangkat ke bandara.
“Manajemen InJourney Airports Bandara Internasional Radin Inten II senantiasa bersinergi dengan seluruh pihak terkait guna memberikan pelayanan bagi seluruh pengguna jasa bandara serta berharap agar bencana erupsi Gunung Anak Krakatau ini dapat segera teratasi,” kata Kiki. (ant/bil/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

