Anwar Ibrahim Perdana Menteri (PM) Malaysia meminta ASEAN meninjau kembali dan memperkuat mekanisme dalam mengatasi kabut asap lintas batas, imbas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Indonesia, pada Selasa (8/9/2026) lalu. Imbas dari karhutla itu, sebuah distrik di Negara Bagian Sarawak memiliki kualitas udara yang buruk.
ASEAN dinilai harus menyikapi masalah kabut asap yang berulang itu secara serius karena berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat dan kehidupan warga, serta harus memastikan bahwa mekanisme yang ada saat ini diwujudkan menjadi tindakan yang lebih efektif dalam menangani sumber-sumber kabut asap lintas batas.
“Masih ada ruang untuk perbaikan. Saya pikir para menteri ASEAN harus meninjau hal itu dengan serius, karena dampaknya memengaruhi kehidupan masyarakat, terutama anak-anak dan bayi, serta jika kita melihat apa yang terjadi di Serian, situasinya benar-benar mengkhawatirkan,” katanya, melansir Antara, Kamis (10/9/2026).
Setelah berakhirnya status darurat pada Senin (7/9/2026), kualitas udara di Serian kembali memburuk ke tingkat berbahaya, dengan Indeks Polutan Udara (Air Pollutant Index/API) di distrik tersebut mencatat angka 302 pada Selasa dini hari waktu setempat.
Menurut skala penilaian kualitas udara di negara tersebut, angka API antara nol hingga 50 dikategorikan sebagai “baik”, 51 hingga 100 sebagai “moderat”, 101 hingga 200 sebagai “tidak sehat”, 201 hingga 300 sebagai “sangat tidak sehat”, dan 301 ke atas sebagai “berbahaya”.

NOW ON AIR SSFM 100

