Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) mendesak pengusaha pelayaran melakukan evaluasi total terhadap armada dan sistem keselamatan pascatragedi tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa pada Minggu (14/9/2026) kemarin.
Hal itu disampaikan Supriyono Koordinator GSJT usai melakukan agenda doa bersama dan tabur bunga di Dermaga Gapura Surya Nusantara (GSN), Selasa (15/9/2026) siang.
Dia mengatakan, insiden KM Virgo menambah daftar kecelakaan kapal yang melibatkan sopir angkutan barang.
Supriyono menilai kondisi tersebut tidak bisa dianggap sebagai kejadian biasa dan harus ada pembenahan dari pengusaha pelayaran.
“Ini yang harus jadi evaluasi bersama, apalagi dengan pengusaha kapal. Dalam tiga bulan terakhir sudah berulang kali kejadian seperti ini, yang lagi-lagi kami sebagai sopir logistik menjadi korban,” kata Supriyono saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.










