Kapten Laut (P/W) Andi Quita Wetuffahati mencatat momen bersejarah dalam penyambutan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi di perairan Indonesia.
Pilot dari Skuadron 400 Wing Udara 1 Puspenerbal itu menjadi pilot perempuan pertama yang mendaratkan helikopter AS565 Panther di geladak kapal induk hibah dari Italia tersebut.
Pendaratan dilakukan Jumat (17/9/2026). Andi Quita atau yang akrab disapa Tuffa, menerbangkan AS565 Panther bersama Letda Laut (P) Bima Demarta yang bertugas sebagai co-pilot.
Tuffa bercerita bahwa pendaratan helikopter di geladak kapal memiliki tantangan berbeda dibandingkan pendaratan di daratan.
Pilot harus memperhitungkan kondisi angin, pergerakan kapal, serta area pendaratan yang relatif terbatas di tengah laut.
Tuffa sebelumnya ditunjuk sebagai bagian dari tim utama yang akan melakukan pendaratan. Namun, dalam konferensi video, keberadaannya menarik perhatian pihak Italia karena menjadi satu-satunya pilot perempuan dalam tim tersebut.
Dalam operasi tersebut terdapat dua helikopter yang disiapkan untuk melakukan pendaratan di kapal.
“Kita ada dua helikopter, heli saya sama satunya lagi ada heli Angkatan Laut juga,” ujar Tuffa saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Sabtu (19/9/2026) pagi.

Momen pendaratan itu kemudian mendapat apresiasi dari awak Kapal Induk Giuseppe Garibaldi. Tuffa mengaku menerima banyak ucapan selamat setelah berhasil mendaratkan helikopternya.
Salah satu ucapan datang langsung dari komandan Italia yang berada di kapal tersebut. Menurut Tuffa, sang komandan menyampaikan bahwa dirinya merupakan pilot perempuan pertama yang melakukannya.
“Banyak yang ngirim video, banyak yang mengucapkan selamat (karena) sudah menjadi bagian dari sejarah. Bahkan komandan Italinya juga bilang, ‘Congratulations, you are the second pilot in landing on the ship, but you are the first female pilot’,” ujarnya.
Pencapaian tersebut menjadi pengalaman penting bagi Tuffa. Pengalaman menerbangkan helikopter juga sudah diperolehnya dalam misi perdamaian di Lebanon pada 2024.
Saat itu, situasi keamanan di kawasan tersebut menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi.
“Kita tahulah memang situasinya kan waktu itu lagi banyak rudal apa segala macam. Tapi ya untungnya, berbekal pengalaman tadi, walaupun saya masih tugas itu saya sebagai co-pilot,” ungkapnya.
Bagi Tuffa, keberhasilan mendaratkan AS565 Panther di kapal induk Giuseppe Garibaldi bukan sekadar pencapaian pribadi.
Dia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi bagi perempuan yang ingin menekuni dunia penerbangan, termasuk menjadi penerbang militer. (fia/saf/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

