Jumat, 9 Oktober 2026

Kisah Legenda Sawunggaling: Tak Dianggap Anak hingga Jadi Cikal Bakal Surabaya

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
(Dari kiri) Heri Purwadi Kadisbudporapar Kota Surabaya, Andy Bocor Ketua Sembrani Bumi Nusantara, dan Cak Moel Ketua Paguyuban Lidah Sawunggaling, saat onair dalam program Semanggi Suroboyo Radio Suara Surabaya, Jumat (9/10/2026). Foto: Akira suarasurabaya.net

Kisah Sawunggaling sang Adipati Surabaya, menjadi salah satu legenda tersohor yang diketahui oleh masyarakat. Bermula dari kisah anak yang tak dianggap hingga menjadi cikal bakal Kota Surabaya.

Mulyadi atau Cak Moel Ketua Paguyuban Lidah Sawunggaling menerangkan bahwa Sawunggaling sebenarnya bukan nama asli, melainkan gelar yang diberikan untuk Joko Berek karena memenangkan sayembara jumparingan atau panahan.

“Legenda Sawunggaling sebetulnya berada di antara mitos dan fakta. Meski cerita yang berkembang di tengah masyarakat berupa legenda, bukti peninggalannya nyata ada, mulai dari makam hingga jejak sejarahnya,” katanya saat onair dalam program Semanggi Suroboyo Radio Suara Surabaya, Jumat (9/10/2026).

Cak Moel menjelaskan, Joko Berek kecil lahir di Kampung Lidah Donowati, yang kini dikenal sebagai Lidah Wetan dan Lidah Kulon.

Joko Berek merupakan anak dari Panji Suringrono atau Jayengrono III Adipati Surabaya dan Raden Ayu Dewi Sangkrah. Sejak kecil, dia dianggap tidak memiliki ayah karena ditinggal sang ayah bertugas di Kadipaten Surabaya.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Jumat, 9 Oktober 2026
33o
Kurs