Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jawa Timur dalam kondisi aman. Monitoring distribusi dilakukan sejak Selasa (20/10/2026) pagi, untuk memastikan pasokan BBM, terutama di wilayah yang jauh dari terminal BBM, tetap mencukupi kebutuhan masyarakat.
Wahyudi Anas Kepala BPH Migas mengatakan, pemantauan dilakukan di sejumlah daerah, di antaranya Jember, Lumajang, Malang, Sidoarjo, dan Surabaya. Wilayah-wilayah tersebut dipilih untuk memastikan mekanisme distribusi serta armada pengiriman BBM tidak mengalami hambatan.
“Kami mulai Selasa pagi melakukan monitoring distribusi BBM di Jawa Timur, mengambil beberapa kasus yang letak distribusinya jauh dari terminal BBM. Kami ingin memastikan stok BBM di SPBU cukup untuk memenuhi layanan masyarakat,” kata Wahyudi.
Berdasarkan hasil pemantauan, stok Pertalite di SPBU diperkirakan mencukupi kebutuhan konsumsi selama 2–3,5 hari. Sementara itu, stok bensin nonsubsidi, seperti Pertamax dan Dex Series, tersedia untuk kebutuhan sekitar 4–5 hari atau lebih karena tingkat konsumsinya relatif lebih rendah. Adapun stok Biosolar subsidi di SPBU diperkirakan mencukupi kebutuhan selama 2–3 hari.
“Ini cukup aman dan bagus karena tangki timbun di SPBU kapasitasnya mencapai maksimal empat hari. Artinya, stok 2–3,5 hari tadi, suplai dari Pertamina tidak mengalami gangguan dan akan terus diisi bertahap,” ujarnya.
NOW ON AIR SSFM 100

