Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati dalam menjaga ketersediaan BBM, terutama di kawasan dengan mobilitas kendaraan dan aktivitas logistik yang tinggi.
Ia menyebutkan, berdasarkan pemantauan, rata-rata ketersediaan BBM di sejumlah SPBU berada pada kisaran 2,5–5 hari, bergantung pada jenis BBM dan tingkat konsumsi di masing-masing wilayah.
Di beberapa titik yang dipantau secara acak, termasuk kawasan MERR Surabaya, tidak ditemukan antrean kendaraan. Stok BBM di SPBU yang diperiksa juga masih berada pada kisaran 80–90 persen.
Ia menegaskan, pemerintah terus berupaya menyediakan BBM sesuai tingkat kebutuhan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di setiap daerah. Karena itu, monitoring distribusi akan terus dilakukan untuk memastikan pasokan tetap terjaga dan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
“Kami mengajak masyarakat membeli BBM dengan bijak dan wajar sesuai kebutuhan harian agar tidak ada antrean atau hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau ada SPBU yang sedikit antre, kami berharap masyarakat bisa beralih ke SPBU lainnya,” ujarnya. (lta/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

