Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan, Jumat (6/11/2026), melemah 13 poin atau 0,07 persen menjadi Rp18.095 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.082 per dolar AS.
Josua Pardede Kepala Ekonom Permata Bank mengungkapkan, pergerakan rupiah ini dipengaruhi hasil pemilu sela AS yang dimenangkan oleh Partai Demokrat.
“Hasil pemilu tersebut pada awalnya meningkatkan selera risiko di pasar keuangan global, ditambah dengan berlanjutnya penurunan harga minyak dunia,” ucapnya di Jakarta, Jumat (6/11/2026) yang dilansir Antara.
Investor disebut mulai mencermati kembali implikasi dari kemenangan telak Partai Demokrat dalam midterm elections di AS, yang memicu aksi jual secara luas di pasar saham AS.
Pelaku pasar mulai mengalihkan investasi dari saham-saham terkait Artificial Intelligence (AI) ke aset-aset safe haven, di tengah kekhawatiran bahwa sejumlah pejabat Partai Demokrat yang baru terpilih berpotensi mendorong kebijakan yang lebih ketat terhadap industri AI.
NOW ON AIR SSFM 100

