Minggu, 18 Oktober 2026
Susun <I>Grand Design</I>

Aprisindo dan APKI Ubah Image Sepatu

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) bersama Asosiasi Penyamakan Kulit Indonesia (APKI) membuat grand design persepatuan Indonesia untuk 5 tahun ke depan. Tujuan grand design mengubah imej dunia terhadap produk sepatu Indonesia yang hanya jenis sport dan casual.

EDDY WIDJANARKO Ketua Aprisindo ditemui suarasurabaya.net, Selasa (08/05), di sela mediasi USAID-Senada, dalam “Peningkatan Daya Saing Produk UKM” di Hotel Sheraton, mengatakan, bentuk grand design memang belum dibicarakan secara spesifik antar asosiasi.

Namun, kata EDDY, dengan masuknya perusahaan Eco di Jawa Timur dan Mastroto pabrik kulit terbesar dunia di Jakarta, akan ikut mengubah peta persepatuan Indonesia. Untuk 10 tahun ke depan, sepatu kulit yang akan berkembang di Indonesia karena bahan baku banyak di Indonesia. Berikut penjelasan EDDY, {clip*1}.

EDDY mengakui selama ini memang kurang adanya koordinasi antar asosiasi terkait desain sepatu. Pasalnya, pemerintah memberi kebebasan pada masing-masing asosiasi.

Dengan adanya grand design, EDDY berharap, banyak komunikasi yang bisa dibangun. Disamping itu, masalah ekspor bahan baku kulit bisa dipecahkan bersama.

EDDY menjelaskan ekspor bahan baku kulit masih sekitar 50% impor kemudian dieskpor. Sementara yang 50% diharapkan bahan bakunya dibeli di lokal, mengingat impor tidak gampang karena harus melalui proses fumigasi.

“Kalau potensi kulit dalam negeri bisa bagus, tentu akan lebih diutamakan pembelian lokal. Aprisindo sendiri impor kulit dari India dan Cina. Sedangkan APKI banyak ekspor ke India dan Cina. Ini suatu waste akibat kurang adanya komunikasi antar asosiasi,”tukasnya.

Melalui grand design antara Aprisindo dan APKI, ke depan bisa dikembangkan untuk kulit Indonesia dan sepatu Indonesia. Untuk ekspor kulit, tambah EDDY, nilainya mencapai US$ 1,6 milyar dan impor sebesar US$ 800 juta.

SUTAN RP SIREGAR Ketua Aprisindo Jawa Timur pada kesempatan yang sama mengatakan ekpor sepatu Jawa Timur pada 2006 terealisasi 13 juta pasang sepatu. Pasar ekspor sepatu Jawa Timur, antara lain, ke Inggris, Jerman, Kanada, Amerika dan Italia.

Target produksi pada tahun ini, kata SUTAN, sebesar 30 juta pasang. Sampai kuartal I tahun 2007, penjualan sepatu naik di kisaran 7%-10%. Sayangnya, penjualan sepatu di pasar lokal menurun hingga 15%.

“Penurunan tersebut dipicu produk sepatu Cina dan dampaknya sangat dirasakan UKM di Jawa Timur. Jumlah UKM yang bergerak di bidang persepatuan sebanyak 1800 tersebar di Mojokerto, Sidoarjo, Gresik dan Magetan. Jumlah anggota Aprisindo di Jatim baru 42 dan mereka baru mengisi 50% pasar industri sepatu di Jawa Timur,”papar SUTAN.

Masuknya produk Cina ke pasar lokal, menurut SUTAN, modusnya beragam. Pertama, impor dalam bentuk rakitan dan kedua, pemalsuan dokumen.

Teks foto :
– Aprisindo dan APKI ubah imej persepatuan Indonesia dengan mengembangkan sepatu kulit pada 10 tahun mendatang
Foto : TITIN suarasurabaya.net

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Minggu, 18 Oktober 2026
28o
Kurs