Senin, 19 Oktober 2026

BI Perlu Pemudah Gerak Sektor Riil

Laporan oleh Zulfa Ely Agus Tiana Wati
Bagikan

Tingginya tingkat suku bunga sangat berpengaruh pada kegiatan bisnis. Seperti halnya pada 2006 lalu dimana tingkat suku bunga mencapai 18%. Dampaknya, terjadi penurunan aktivitas di bisnis properti hingga 60%.

Pada 2007 ini, diproyeksikan adanya penurunan tingkat suku bunga. Angka suku bunga mulai 12% dan bisa ditekan lebih rendah lagi.

Ir.ERLANGGA SATRIAGUNG Ketua Kadin Jawa Timur menyikapi pernyataan SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Presiden RI tentang permintaan Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga mengingat inflasi mulai tidak stabil, pada Suara Surabaya, Kamis (01/02), mengatakan memang penurunan suku bunga itu penting karena tingginya suku bunga dan akses ke lembaga keuangan yang sulit bisa menghambat investasi.

Setiap pebisnis niscaya memakai lembaga keuangan atau pembiayaan dari bank atau dari non bank untuk investasi. “Ibaratnya seperti suami istri dalam dunia perbankan. Kalau kita mau investasi kita mesti lihat dulu skala investasi. Kalau skalanya besar atau menengah besar butuh dukungan dari lembaga keuangan,” ujarnya.

Kata ERLANGGA, sebenarnya pihak perbankan juga harus sadar kalau tetap perlu dan tidak bisa hidup tanpa sektor riil. Namun, permasalahannya bukan hanya pada bagaimana mempermudah sektor riil untuk mendapatkan atau mengakses ke lembaga pembiayaan saja tapi harus ada kebijakan dan regulasi bagaimana lembaga keuangan itu mempermudah gerak sektor riil.

“Kalau perlu UU Bank Indonesia diubah. Dengan demikian, Bank Indonesia punya kewenangan untuk mempermudah sektor riil bergerak serta akses ke lembaga pembiayaan,”ujarnya.

Menurut ERLANGGA, adanya penurunan SBI yang mencapai 11% hingga 12 % itu cukup bagus. Hanya yang diharapkan, Bank Indonesia tidak cuma berpikir soal ekonomi makronya saja tapi juga mengimbanginya dengan mempertahankan tingkat inflasi, tanpa mengorbankan sektor riil.

“Karena seperti yang kita lihat seperti awal tahun kemarin Presiden sudah mencabut pemberantasan PPN untuk produk primer sehingga di sektor pertanian, perkebunan, hasil hutan, perikanan, peternakan itu akan naik. Dan juga akan ada revisi PPh Jasa,”tukasnya.

Sebenarnya yang diharapkan pada tahun 2007 ini, kata ERLANGGA, Pemerintah Pusat harus habis-habisan mengeluarkan kebijakan dan regulasi yang benar-benar bisa mendorong sektor riil dan sektor fiskal. Kalau 2007 ini pemerintah tidak habis-habisan mendorong sektor transaksi dan perbankan maka dunia usaha pesimis pemerintah serius di tahun 2008. Karena nuansanya lebih banyak politisnya.

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Senin, 19 Oktober 2026
28o
Kurs