Bank Jatim siap mendukung pelaksanaan resi gudang yang akan dilaksanakan Departemen Perdagangan. Hanya saja Bank Jatim masih mempertanyakan tentang perlakuan untuk pengikatan barang jaminan seperti apa, dari Bank Indonesia.
MULJANTO Direktur Utama Bank Jatim pada suarasurabaya.net, Selasa (28/08), mengatakan sebagai pemberi kredit Bank Jatim harus yakin bahwa ada asuransi yang mau menjamin baik dari sisi kualitas, apakah barang tidak susut atau mengalami resiko selama penyimpanan.
Bank Jatim, ungkap MULJANTO, telah menyiapkan aturan dan ketentuan dalam rangka persiapan pelayanan pada nasabah. Bahkan ia melihat dari sisi teknis, pasar lelang bisa dikaitkan dengan resi gudang. Karena di pasar lelang ini ada berbagai komodiri yang potensi untuk perdagangan antar pulau.
Mengenai minat Bank Jatim sebagai satu diantara kreditor resi gudang, MULJANTO menjelaskan, ini karena melihat potensi yang ada. Selama ini hampir sebagian besar petani tidak pernah masuk ke bisnis perdagangan hasil pertanian.
Ada petani yang hanya bisa jadi petani saja atau ada juga petani yang juga bisa menjadi pedagang. Tapi yang petani sekaligus pedagang masih sedikit. Sementara yang pedagang saja tidak pernah menanggung kerugian karena dia hanya memanfaatkan spread margin dari produk yang dijualnya.
Menanggapi plafon kredit, MULJANTO mengatakan, besarannya berdasarkan kelayakan dengan tingkat suku bunga sesuai pasar. Berikut penjelasan MULJANTO, {clip*1}. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

