Jumat, 16 Oktober 2026

Butuh Fasilitas, Dongkrak Karya Perajin

Laporan oleh Dayu Mayasari
Bagikan

Minimnya fasilitas perajin batik Jawa Timur membuat karya mereka kalah bersaing dari daerah lain. Perajin butuh fasilitas guna mendongkrak karya mereka.

Menurut HENDRA SETIAWAN pemilik Mercury Butik saat ditemui suarasurabaya.net di sela-sela acara “Batik Bordir dan Aksesoris Fair 2007”, Kamis (22/11), banyak orang mengira Jawa Timur masih kalah dengan Yogyakarta dalam menghasilkan batik. Ini disebabkan minimnya fasilitas bagi perajin batik asal Jawa Timur.

“Batik memang sangat etnik dan langka karena hanya Indonesia yang memilikinya. Sebagai pengusaha batik tradisional asal Madura, saya ingin lebih mempertahankan identitas batik,”ujarnya.

Pasaran batik di Surabaya, menurut HENDRA, juga kurang bagus. Ini berbeda dengan pasaran batik di Jakarta, Yogyakarta dan Bali. “Bahkan lebih bagus di pasaran Asia, dimana batik sangat dikenal,”ungkap HENDRA menjadi satu diantara perwakilan pengusaha batik asal Indonesia untuk mengikuti pameran batik di Berlin, beberapa waktu lalu.

HENDRA mengatakan saat pameran di Berlin, animo masyarakat di sana cukup bagus terhadap batik Indonesia. Sementara dari sisi harga, HENDRA menegaskan, ada perbedaan signifikan jika batik hasil karyanya masuk ke kota lain.

Misalnya, jika beli dari Mercury Butik jenis Batik Sutra Madura seharga Rp 300 ribu per 2,75 meter, begitu masuk dalam butik lain yang ada di Yogyakarta bisa mencapai Rp 800 ribu per 2,75 meter. Ini disebabkan Jawa Timur sendiri kurang bisa memasarkan batik dengan baik. “Jadi sebagai pengusaha batik lebih memilih untuk mengirim ke luar kota,”tukasnya.

HENDRA menambahkan kalan Pemerintah Jawa Timur sering mengadakan acara seperti ini, mungkin harga dari sebuah batik tidak terlalu mahal. Karena dari daerah lain yang memproduksi batik sehingga harga di pasar semakin bersaing, konsumen banyak pilihan. (may/tin)

Teks Foto:
-Satu diantara pengunjung yang melihat batik dengan pewarnaan alam milik HENDRA SETIAWAN senilai Rp1,5 juta per 2,75 meter.
Foto: MAYA suarasurabaya.net

Bagikan

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Jumat, 16 Oktober 2026
36o
Kurs