Departemen Koperasi dan UKM menganggarkan dana Rp 235 milyar pada 2007. IKHWAN ASRIN Staf Ahli Bidang Kemitraan Usaha Kecil Menengah (KUKM) usai membuka Surabaya SME’S CO Festival 2007 di AJBS Surabaya, Rabu (01/08), mengatakan, dana ini untuk menggerakan sektor riil dan bagian dari program pembiayaan produksi bagi usaha mikro dan koperasi.
Dana yang dipakai, ujar ASRIN pada suarasurabaya.net, merupakan dana yang diambil dari APBN. “Ini telah dilakukan selama 3 tahun. Dalam APBN dialokasikan dana ke daerah, melalui koperasi sebanyak 85%, termasuk didalamnya sektor UMKM,”ujarnya.
Program stimulan secara bergulir ini, diberikan melalui koperasi simpan pinjam di seluruh kecamatan di Indonesia . ASRIN menuturkan, pemberiannya berupa bantuan modal bagi UKM yang kesulitan mengakses kredit, antara Rp 25 ribu hingga Rp1 juta. Selama 3 tahun, dana tersebut telah menjangkau di 4000 kecamatan.
Sepanjang tahun ini saja, ditargetkan mencapai 2300 kecamatan. Jika program ini berjalan sesuai rencana, pada 2009 bisa menjangkau 6103 kecamatan. Penyerapan paling banyak, terkonsentrasi di Pulau Jawa. Jatim sendiri nomor dua, setelah Jabodetabek. Sedangkan untuk luar Jawa, kami masih melakukan pembenahan, khususnya di Kalimantan dan Papua.
IMAM UTOMO Gubernur Jawa Timur saat mendampingi ASRIN, mengatakan, sektor perekonomian Jatim ditopang sektor riil. Sayangnya, pelaku di sektor riil kesulitan dalam memperoleh kredit.
Bagi perbankan, kata Gubernur, UKM merupakan industri potensial tetapi tidak bankable. “Mereka dinilai perbankan masih sulit untuk memenuhi persyaratan perbankan dalam mengambil kredit,”tegasnya. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

