Selasa, 20 Oktober 2026
Tender Avtur Bandara Juanda

Diikuti 7 Perusahaan, 2 Mundur

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Proses tender avtur PT Angkasa Pura I untuk Bandar Udara Internasional Juanda mendekati hasil akhir. Laporan tender avtur akan diajukan ke direksi dan segera ditentukan siapa pemenangnya.

HERU LEGOWO Wakil Ketua Tim Beauty Contest Penyediaan Bahan Bakar Pesawat Udara di Bandara Juanda pada suarasurabaya.net, Selasa (09/01), mengatakan, jumlah peserta tender semula 7 perusahaan. Perusahaan tersebut Shell Indonesia, Pertamina, AKR (Aneka Kimia Raya), PT Jasa Angkasa Semesta, PT Concord Fuel Indonesia, Global Petronusa, dan PT Consolidated Energi.

Namun dalam perjalanannya, dua perusahaan mundur yakni PT Jasa Angkasa Semesta dan Global Petronusa. “Alasannya, kedua perusahaan tidak mampu melengkapi persyaratan. Sedangkan yang murni lulus pada 18 Desember 2006, hanya PT Aneka Kimia Raya (AKR) Coorporindo. Perusahaan yang sudah melengkapi persyaratan per 8 Januari, Pertamina dan PT AKR. Kridapetra Graha (konsorsium Shell) masih dikaji ulang,”paparnya.

Angkasa Pura I, kata HERU, mengisyaratkan bagi pemenang tender harus memiliki tanki yang letaknya tidak jauh dari Bandara, menjamin pasokan tersedia atau suplai yang berkesinambungan, dengan masa ketahanan sembilan hari. Sedangkan Kridapetra Graha masih dalam proses LoI (Letter of Intent) dengan Dovenchem Maspion Terminal, dalam pengadaan tanki di Tanjung Perak. “Kami ingin masalah tanki ini fix, dalam artian tidak sedang dalam proses ini itu,”tukasnya.

HERU mengatakan setelah laporan hasil tender tersebut diajukan ke direksi, selanjutnya direksi yang memutuskan siapa dan kapan masa beroperasinya. Dari yang menang tender tersebut, akan membentuk konsorsium untuk menentukan siapa operator pengadaan bahan bakar avtur ke Juanda.

HERU berharap dengan tidak adanya monopoli pengadaan, harga avtur bisa bersaing. Sehingga maskapai, terutama maskapai asing mau membeli dan mengisi bahan bakarnya di dalam negeri.

Angkasa Pura I mengadakan tender terhadap sejumlah operator penyedia bahan bakar. Sebagai prototipe dari program ini, dipilih Bandar Udara Internasional Juanda. Pasalnya, bandara ini memiliki fasilitas pengisian bahan bakar, dengan 4 tanki berkapasitas 2000 kiloliter dan fuel supply system di Apron, yang mampu mencukupi kebutuhan sekitar 1100 hingga 4000 kiloliter.

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Selasa, 20 Oktober 2026
25o
Kurs