Senin, 19 Oktober 2026
Antisipasi Beras Keluar Jatim

Disperindag Awasi Daerah Perbatasan

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Mengantisipasi agar beras tidak terlalu banyak keluar dari Jawa Timur, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur melakukan pengawasan di daerah perbatasan dan pelabuhan. Di perbatasan, Disperindag bekerjasama dengan DLLAJ sedangkan untuk antar pulau, Disperindag berkoordinasi dengan Administratur Pelabuhan.
Selain itu, kata Ir.CIPTO BUDIONO Kepala Disperindag Jawa Timur pada suarasurabaya.net, Rabu (14/02), pengawasan juga dilakukan dalam pelaksanaan Operasi Pasar (OP) yang dimulai Kamis (15/02) besok. Perkembangan harga beras terus dipantau dan diharapkan secepatnya bisa kembali ke harga normal sekitar Rp 4200-Rp 4300 per kilo untuk beras IR kualitas medium, {clip*1}.

Sampai saat ini, kata CIPTO, Gubernur masih tetap memerintahkan pihaknya menggunakan beras dalam negeri untuk mengatasi kekurangan pasokan beras di Jawa Timur. Apalagi stok beras di penggilingan se- Jawa Timur diperkirakan masih 231.253 ton dan di Bulog sisa stok sampai akhir Februari sebanyak 293.243 ton.

Berdasarkan pantauan di Pasar Induk Cipinang dan para pedagang/penggilingan beras di Jawa Timur, ungkap CIPTO, pengiriman beras keluar Jawa Timur pada Januari dan Februari meningkat tajam untuk beras kualitas baik dan kualitas premium. Rata-rata pengiriman beras keluar Jawa Timur sebesar 2.500 ton sampai 3000 ton atau 75 ribu ton – 90 ribu ton per bulan.

Pengiriman beras keluar Jawa Timur, meliputi wilayah Jakarta (sekitar 1000 ton/hari), Jawa Tengah (500-1000 ton/hari), Medan (Sumatera 500 ton/hari) dan Indonesia Timur sebesar 500 ton/hari. Disamping pengiriman beras keluar Jawa Timur, juga dilakukan pengiriman beras antar kota yang biasanya kota-kota tersebut menjadi pemasok beras seperti dari Jombang dan Surabaya ke Malang, dari Surabaya ke Bojonegoro, dari Jawa Timur ke Solo, Pati dan Pekalongan.

“Ini menunjukkan daerah-daerah penerima beras terjadi kekurangan produksi akibat mundurnya masa panen. Dampak akhirnya, terjadi kekurangan pasokan ke pasar dan meningkatkan permintaan beras keluar Jawa Timur dan Jawa Timur menjadi defisit. Untuk itu, pemerintah melakukan OP secara serentak dan dalam jumlah memadai yakni sekitar 3000 ton per hari atau sekitar 40% dari kebutuhan konsumsi per hari,”ujarnya.

Dari pantauan perkembangan harga beras bulan Februari dibandingkan Januari 2007, tambah CIPTO, meningkat signifikan. Seperti beras Bengawan naik Rp 1500/kg, Mentik Rp 1254/kg, beras IR 64 kualitas medium naik Rp 1577/kg. Jika tidak ada intervensi pasar, diperkirakan harga akan naik terus sampai pertengahan Maret 2007.

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Senin, 19 Oktober 2026
30o
Kurs