Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur di 2008, optimis bisa mencapai 6%-6,5%. Optimisme ini ditopang tingkat konsumsi pada kelompok kawula muda yang sekarang ini menjadi pekerja profesional.
Hal tersebut diungkapkan INDRA N FAUZI Direktur REDI (Regional Economic Development Institute) dalam acara “Investor Forum dan Econimic Outlook 2008” yang digelar PT Sarana Jatim Ventura dan Bahana Securities, Senin (17/12), di Hyatt Regency Surabaya.
Meskipun ke depan ada kebijakan makro yang menimbulkan efek menghambat pertumbuhan ekonomi, tapi kata INDRA, masih banyak pasar potensial baik sektor jasa maupun produksi yang bisa digarap. Berdasarkan analisa komposisi penduduk, daya beli yang rendah bisa menjadi pasar potensial.
INDRA menjelaskan di Jawa Timur ada sekitar 14,5 juta penduduk miskin dan hampir miskin. Tetapi perlu diingat bahwa mereka mempunyai daya konsumsi. Mereka mempunyai pola konsumsi harian.
Begitu pula dengan penduduk dengan level pendapatan sekitar Rp 500 ribu/bulan/kapita tapi masih mampu membayar angsuran motor Rp 300 ribu per bulan. Kelompok miskin biasanya menggunakan jasa lembaga keuangan mikro dan potensi ini bisa menopang pertumbuhan ekonomi.
Tahun 2007 ini, ungkap INDRA, merupakan tahun orang muda. Ada 15 juta penduduk Jawa Timur berusia 15-39 tahun. Kalau di-breakdown lebih dalam, juga mempunyai potensi pasar dan ini menyebabkan kenapa tingkat konsumsi cukup tinggi, ritel dan restoran tumbuh luar biasa.
“Karena kawula muda selalu ingin berada di tempat yang nyaman seperti di hipermarket, kongkow di restoran dan café. Jadi sebenarnya daya beli mereka tidak bisa dibandingkan dengan daya beli orang yang berusia 40 tahun, yang lebih mapan. Yang penting ada daya beli, tingga program apa yang bisa ditawarkan kepada mereka,”paparnya.
INDRA menegaskan hingga 2008 mendatang, sektor perdagangan masih tetap mendominasi disusul industri pengolahan dan pertanian. Konsumsi dan ekspor masih sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa Timur, termasuk perdagangan antar propinsi/antar pulau.
Hubungan perdagangan dengan Kawasan Indonesia Timur, tambah INDRA, menjadi sangat penting untuk mengantisipasi ke depan. Alasannya, pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut memberikan keuntungan signifikan bagi Jawa Timur. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

