Meski terkena luapan lumpur Lapindo, hasil tambak di Sidoarjo masih berkualitas ekspor. Ini dinyatakan KARDANI Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Timur.
Pada RANGGA reporter Suara Surabaya, Selasa (06/11), KARDANI menjelaskan, para petani tambak tidak memanfaatkan aliran yang sudah tercampur lumpur Lapindo. Petani mengembangkan close system untuk budidaya tambak. Petani hanya membuka aliran air yang bersih ke tambak. Kalau kotor aliran air tidak akan dibuka.
Untuk memudahkan aliran air yang bersih dan yang tercampur lumpur, kata KARDANI, petani menampungnya lebih dulu di sumur yang dibuat didekat tambak. Dengan cara itu, kualitas hasil tambak bisa dijaga. Dan sekarang hasil tambak Sidoarjo seperti kepiting dan udang berkualitas ekspor. Berikut penjelasan KARDANI, {clip*1}.
KARDANI mengatakan ada 15 ribu lebih tambak di Sidorjo. Dari tambak-tambak tersebut hanya beberapa ratus tambak yang tidak bisa digunakan karena lokasinya dekat pusat semburan lumpur.
Selain udang dan kepiting yang menjadi produk andalan ekspor hasil tambak, ada juga kerang yang dibudidayakan petani tambak Sidoarjo. Untuk kerang, kata KARDANI, memang belum termasuk produk ekspor tapi permintaan pasar lokal cukup besar terutama untuk sektor makanan. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

