Meski StarOne sudah memiliki 22 kode area namun 9 diantaranya masih terkendala soal interkoneksi. Ke-9 kode area yang belum bisa dibuka interkoneksi khususnya dengan Telkom Grup yakni Pontianak, Balikpapan, Banjarmasin, Lampung, Yogyakarta, Solo, Mojokerto, Banda Aceh dan Padang.
Untuk menjaga agar pertumbuhan pelanggan baru StarOne tidak terhambat gara-gara interkoneksi, PT Indosat Tbk menyiasati dengan menyediakan tarif promo bagi pelanggan StarOne.
AHMAD RUSDILFAHMI Division Head of Marketing and Sales Support – East Java Bali Nusra Region PT Indosat pada suarasurabaya.net, di sela peluncuran StarOne di Pasuruan, Mojokerto dan Jombang, Kamis (01/02), mengatakan dengan tarif promo call antar StarOne bisa di-generate lebih besar lagi. Dengan demikian tarif pelanggan antar StarOne terus berkembang dan tidak tergantung interkoneksi.
FAHMI menyebut tarif promo untuk lokal antar StarOne di wilayah Pasuruan, Mojokerto dan Jombang, hanya Rp 9/jam. Pelanggan mendapatkan tarif hemat dari Jagoan (kartu prabayar) dan StarOne (pascabayar) ke selular Indosat (Matrix, Mentari dan IM3) hanya Rp 100 per 30 detik dan tarif promo internet akses Rp 0,2 per Kbyte. Ini berlaku hingga April 2007.
Masalah interkoneksi ini, diakui FAHMI, memang dibuka secara bertahap. Pasalnya, masing-masing operator memiliki prioritas yang berbeda dan Telkom Grup sentralnya juga cukup banyak. Tetapi untuk akses ke XL dan Mobile-8 tidak ada masalah. Berikut penjelasan FAHMI, {clip*1}.
Untuk kode area di wilayah Mojokerto dan Jombang, FAHMI menargetkan bisa menambah 9 ribu hingga 10 ribu pelanggan baru StarOne selama 2007. Dipilihnya kedua wilayah tersebut, berdasarkan trafik GSM yang rata-rata mencapai 60%, lebih tinggi dibandingkan Malang rata-rata 30%-40% untuk trafik GSM.
Selain itu, sebelumnya StarOne pernah ‘on’ saat percobaan StarOne di Jawa Timur. “Karena banyak daerah industri, potensi yang digarap di Mojokerto termasuk Jombang cukup tinggi. Untuk itu, kita launch supaya komunitas yang pernah mencoba StarOne tidak menunggu terlalu lama,”ujarnya.
Sampai saat ini, diakui FAHMI, trafik terbesar pada pemanfaatan fitur StarOne masih pada voice sekitar 80%. Sisanya, untuk akses data terutama di kota-kota besar seperti Surabaya dan Malang, serta SMS.
FAHMI optimis fitur-fitur StarOne –terutama untuk akse data– akan dimanfaatkan secara maksimal oleh pelanggan setelah teknologi EVDO (Evolution Data Optimized) diluncurkan dalam waktu dekat di beberapa titik padat trafik data baik Surabaya maupun Malang. Teknologi EVDO ini memungkinkan pelanggan mengakses layanan data dengan kecepatan 2,4 Mbps.
FAHMI menegaskan kontribusi pelanggan baru StarOne ditargetkan bisa mencapai 250 ribu pelanggan dari total pelanggan 3.450.000 pelanggan Indosat wilayah Jatim, Bali dan Nusra. Sampai saat ini, ARPU StarOne sebesar Rp 30 ribu per bulan per pelanggan.
Selain menyiasati dengan tarif promo, FAHMI menambahkan, Indosat saat ini sedang memilih vendor terkait bundling handset dual mode –bisa GSM sekaligus CDMA tanpa tukar kartu– dengan harga kompetitif dan benefit-nya bagus bagi pelanggan. Vendor yang didekati antara lain dari Cina, Jepang dan Korea.
Teks foto :
1. AMHAD RUSDILFAHMI
2. Tarif promo bagi pelanggan akan mendongkrak pelanggan baru StarOne
Foto : NAZIQ suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100

