Meski masalah lumpur Lapindo hingga saat ini belum tuntas, kegiatan eksplorasi minyak dan gas (migas) di Jawa Timur cukup tinggi. Untuk investasi migas di Jawa Timur selama 2007, tercatat 24 proyek tersebar di Surabaya dan sekitarnya.
ASLAKHUL UMAM Research Coordinator PT BCI Asia kantor cabang Surabaya pada suarasurabaya.net, Kamis (11/01), mengatakan investor sejak 5 tahun lalu sudah mempersiapkan rencana investasi di bidang migas. Masalah lumpur Lapindo Brantas Inc hanya memberikan efek psikologis saja.
Investasi 24 proyek Migas tersebut, kata UMAM, nilainya mencapai sekitar Rp 27 trilyun. Komposisinya, sub kategori investasi Migas (oil dan gas) sebesar Rp 19 trilyun, industrial sebesar Rp 6,9 trilyun, infrastruktur Rp 1 trilyun dan utilitas sebesar Rp 203 milyar.
|
||||||||||||||||
Investasi Migas 2007 ini, jelas UMAM, naik sebesar 10% dibandingkan tahun 2006 dari total keseluruhan. Penyebaran proyek Migas meliputi daerah Madura (Kangean dan Bawean), Gresik, Tuban dan Sidoarjo.
“Prosentase kepemilikan proyek Migas bisa dikatakan fifty-fifty antara pemerintah dan swasta/asing. Pemerintah sendiri diwakili Departemen Energi & Sumber Daya Mineral RI (Dirjen Minyak dan Gas) sedangkan dari swasta/asing perusahaan yang sudah berpengalaman di bidang Migas seperti Kodeco, Santos, Amerada Hess, EMP Kangean, dan lainnya,”paparnya.
|
NOW ON AIR SSFM 100

