Tahun ini Pemprop Jawa Timur memperkuat neraca perdagangan ke Australia. Pasalnya, selama 5 tahun belakangan ini, neraca perdagangannya mengalami defisit.
Ir.CIPTO BUDIONO Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprop Jawa Timur pada suarasurabaya.net, Selasa (13/02), mengatakan potensi yang ada di Australia cukup besar. Terlebih lagi, setelah adanya kerjasama dengan Australia Barat dan Jatim yang terjalin lama.
“Disana penduduknya mencapai dua juta lebih, dengan income per capita tinggi. Selain itu, juga pertumbuhan eknomi mencapai sepuluh persen. Artinya, ini pasar yang cukup bagus. Terkait dengan rencana Jatim untuk menyeimbangkan neraca perdagangan yang defisit selama lima tahun ini,”ujarnya.
Selama ini, menurut CIPTO, barang-barang yang banyak beredar di sana, masih berasal dari China . Oleh karenanya, secara kedekatan geografis, Jatim memiliki nilai lebih ketimbang negeri Tirai Bambu ini.
Namun, untuk kerjasama di bidang investasi, pihaknya mengatakan belum ada pembicaraan ke arah sana. Berdasarkan datanya, neraca perdagangan tahun lalu antara Australia dan Jatim mengalami defisit US$ 340 ribu atau sekitar Rp 3,094 milyar. Ekspor non migas mencapai US$ 383,02 juta dan impor sebesar US$ 383,36 juta.
Pertumbuhan ekspornya, kata CIPTO. mengalami penurunan 2,11% dibandingkan tahun sebelumnya. “Kami berencana menyeimbangkan angka defisit yang lama terjadi, minimal satu hingga dua tahun mendatang. Kita berharap akan terbantu dari segi nilai jual beberapa produk tertentu,”tukasnya.
Selama ini, ekspor ke negeri Kangguru ini menduduki peringkat ke-9 atau dengan share yang mencapai 44% dari total ekspor Jatim secara keseluruhan. Komoditi yang diekspor antara lain bahan dan produk kimia, pulp (kertas), alas kaki, kulit dan produk kulit, tekstil, kayu, plastik, dan aneka produk tropis seperti kakao dan kopi.
Untuk impornya berupa kulit domba dan sapi, buah-buahan sub tropis seperti apel dan anggur, garam, gandum, daging, dan bahan tambang. Untuk mengurangi penolakan baik komoditi ekspor maupun impor, akibat diterapkannya AQIS (Australia Quality International Standards), pemerintah menghimbau agar produsen komoditi tersebut, lebih teliti dalam hal kualitas produknya.
Selain itu, untuk mewujudkan pengurangan defisit, Jatim akan mengadakan pameran dagang untuk beberapa produk unggulan seperti pertanian dan handycraft, yang direncanakan pada September 2007.
NOW ON AIR SSFM 100

