Kredit macet di Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Jawa Timur mencapai Rp 278 milyar. Ini akibat dampak lumpur Sidoarjo. Kredit macet Rp 262 milyar berada di Bank Umum dengan 5.643 debitur dan Rp 16 milyar di BPR dengan 3.418 debitur.
LUKI FATHUL AZIZ Kepala Bank Indonesia Surabaya pada MARTHA reporter Suara Surabaya, Kamis (12/04), mengatakan kredit macet itu ada di 5 kecamatan di Sidoarjo antara lain Porong, Jabon, Tanggulangin, Tulangan dan Krembung.
Kata LUKI, untuk kredit macet dampak lumpur ini, sudah ada perlakuan khusus, yaitu kredit dianggap lancar meski angsuran dan bunga tidak dibayar. Bank-bank diharap tetap membantu memberikan kredit baru untuk masyarakat yang terkena dampak lumpur.
Perlakuan khusus ini akan berlaku sampai 3 tahun sejak 29 Maret 2007 lalu. Berikut penegasan LUKI, {clip*1}.
LUKI mengatakan saat ini pihaknya sudah dibentuk 4 tim untuk membantu penyelesaian kredit dampak lumpur Sidoarjo. Tim tersebut antara lain tim penyelesaian kredit perumahan yang dikoordinir Bank Tabungan Negara (BTN), tim penyelesaian kredit UKM, tim penyelesaian kredit baru untuk UKM, dan tim yang membantu kegiatan-kegiatan sosial di bawah koordinasi Asisten II Pemprop Jawa Timur.
NOW ON AIR SSFM 100

